Berita

Ilustrasi Pemilu/Net

Politik

Jika Pemilu Maju ke Februari, Apakah Kualitas Demokrasi Akan Lebih Baik?

SABTU, 23 OKTOBER 2021 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penentuan waktu pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 terbentur dengan perdebatan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah yang masing-masing memiliki opsi yang berbeda.

KPU dalam usulannya memilih tanggal 21 Februari sebagai waktu yang tepat untuk dilaksanakannya pencoblosan Pemilu Serentak 2024. Sementara pemerintah mengusulkan tanggal 15 Mei.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai usulan pemerintah yang disampaikan melalui Menko Polhukam Mahfud MD sudah tepat, yaitu Pemilu Serentak 2024 digelar tanggal 15 Mei.


Dia mengatakan, usulan tersebut tepat untuk menjaga siklus lima tahunan di mana Pemilu selalu digelar di April atau Mei.

Adi menekankan, tidak ada jaminan juga jika usulan KPU RI untuk menggelar Pemilu Serentak 2024 di 21 Februari akan membawa dampak positif pada masa depan demokrasi.

"Memang kalau dimajukan ke Februari kualitas demokrasi kita lebih bagus? Enggak ada jaminan," ujar Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/10).

Adi memahami, ada kekhawatiran potensi tumpang tindih tahapan Pemilu dan Pilkada yang juga akan digelar di tahun yang sama.

Menurutnya, jika alasannya adalah khawatir tumpang tindih, maka tinggal disepakati untuk menunda gelaran Pilkada Serentak.

"Kalau enggak mau overlapping dengan pilkada misalnya, pilkadanya diundur saja," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya