Berita

Ketua RMI PBNU Abdul Ghofar Rozin saat rayakan Hari Santri Nasional di PBNU/Repro

Politik

Gus Rozin: Santri Masa Depan Harus Jadi Agen Perubahan Indonesia

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 22:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menargetkan adanya pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang lebih konkret untuk menyambut satu abad Nahdlatul Ulama beberapa tahun ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua RMI PBNU Abdul Ghofar Rozin dalam puncak dari rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 pada Jumat malam (22/10).

Untuk mencapai cita-cita tersebut, kata pria yang karib disapa Guz Rozin ini, para santri harus mendapatkan suntikan semangat untuk belajar lebih banyak.


Di sisi lain, kata dia, santri juga membutuhkan suntikan gagasan setiap tahunnya. Atas alasan itu, tema yang dipakai untuk puncak acara HSN 2021 adalah Amanat Hari Santri dan seribu Khotmil Quran.

“Amanat Hari Santri ini tidak lain adalah pidato kebudayaan yang sudah kami lakukan setiap tahunnya, kecuali tahun kemarin karena pandemi,” kata Gus Rozin.

“Dengan adanya pidato kebudayaan seperti ini, artinya setiap tahun kita mendapatkan suntikan gagasan baru, penyegaran ide, sehingga target pemetaan SDM pelan-pelan bisa kita capai untuk menyambut satu abad NU,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Gus Rozin juga mengungkapkan terima kasih kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah atas beasiswa yang sudah dipersiapkan Kemnaker khusus untuk santri.

“Selain ada LPDP Santri yang ditutup hari ini, ada skema beasiswa lagi untuk santri dari Kemnaker,” katanya

Gus Rozin optimistis, bahwa ke depan santri bisa berada di tengah atau menjadi mainstream dalam menjadi agen perubahan untuk membawa kemajuan.

“Saat ini, kita belum di tengah, tapi agak tengah. Lama-lama santri pasti bisa menjadi mainstream dan berpotensi besar menjadi agen perubahan untuk Indonesia,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara ini Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya