Berita

Begawan Ekonomi Rizal Ramli/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Kebijakan Pemerintah Bikin Kaya Oligarki tapi Rakyat Dipajakin Terus

RABU, 20 OKTOBER 2021 | 19:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pemerintah diprotes banyak kalangan, terutama terkait pemindahan ibukota baru dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dinilai menghabiskan uang negara dalam jumlah besar. Tudingan itu muncul sebab pendanaannya saat ini dibolehkan menggunakan APBN.

Ahli ekonomi Rizal Ramli menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah dibiarkan didukung, disponsori oleh oligarki lewat kebijakan-kebijakan ngawurnya. Padahal kata Rizal Ramli, kebijakan pemerintahan saat ini tidak memiliki dampak atau manfaat untuk rakyat kecil terutama dalam dua kebijakan dua megaproyek tersebut.

“Kebijakannya itu bikin kaya oligarki, aseng sama aseng yang besar-besar. Misalnya, menghapuskan royalti pajak, kasih tax holiday 20 tahun, kasih kemudahan ini itu tapi untuk rakyat dia pajakin terus,” tegas Rizal Ramli dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan Partai Gelora, bertemakan APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara, Rabu (20/10).


Dalam pengamatan Rizal Ramil, saat ini rakyat dibebankan dengan tarif listrik yang meningkat setiap saat, tabung gas  dihilangkan, dan ke depan sembako, pendidikan akan dikenakan pajak sebanyak 11 persen bahkan akan meningkat sebesar 12 persen.

"Jadi, pemerintah ini ngabdi sama oligarki, yang besar-besar, rakyat dia tindas seperlunya saja. Bansos aja ada ditilep pula, sama yang kuasa. Jadi, dengan pengelolaan keuangan seperti ini ya, makin lama bukan mangkin baik tapi justru makin tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut dalam pandangan tak kasat mata biasa saja, soal pengelolaan keuangan negara. Namun, kasat matanya Bank Indonesia ditekan untuk membeli surat utang negara.

"Memang kelihatannya biasa-biasa saja karena Bank Indonesia dipaksa untuk beli surat utang negara. Utang itu dimonetisasikan, dash monitetaion. Tapi satu titik itu pasti akan punya dampak enggak mungkin rnggak ada dampaknya,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya