Berita

Suasananya pembagian uang usai KLB Deli Serdang yang diungkapkan oleh peserta/RMOL

Politik

Saksi KLB Deliserdang: Moeldoko Lunasi Iming-iming Rp 100 Juta hanya untuk Ketua DPC

SENIN, 18 OKTOBER 2021 | 16:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Iming-iming uang Rp 100 juta yang dijanjikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko benar direalisasikan hanya untuk ketua-ketua DPC yang hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk membegal Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan salah satu peserta KLB Deli Serdang Gerald P. Runtuthomas dalan dialog publik "Mengungkap Kebohongan KLB Versi Moeldoko" di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/10).

Tetapi, dikatakan Gerald yang juga Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu ini, janji atau iming-iming uang tunai Rp 100 juta itu juga disampaikan kepada siapapun yang bersedia hadir di KLB Deli Serdang.


"Kita kan awalnya dijanjikan uang Rp 100 juta, DP Rp 25 juta saat kita tiba di tempat, selesai KLB kita terima Rp 75 juta, nyatanya tidak (diberikan) bagi yang bukan pemilik suara artinya yang bukan ketua DPC," ujar Gerald.

Dijelaskan Gerald, para ketua-ketua DPC itu sebelum menuju Deli Serdang juga menghadap Moeldoko di Jakarta. Saat itu, selain menerima uang muka Rp 25 juta dari yang dijanjikan, mereka juga menerima satu unit handphone.

"Jadi mereka ada yang berangkat tanggal 1 dan tanggal 2 Maret ke Jakarta, setiba di Jakarta mereka ketemu Pak Moeldoko, setelah pertemuan dengan Pak Moeldoko itu mereka langsung diberikan handphone satu dan uang 25 juta," terangnya.

Sementara sisanya, lanjutnya, benar dibayarkan saat KLB Deli Serdang selesai digelar dan Moeldoko ditetapkan sebagai ketua umum.

"Itu mereka terima, saya pastikan 75 juta mereka terima, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya