Berita

Pengamat politik yang juga pendiri Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio/Net

Politik

Dua Tahun Jokowi-Maruf: Penanganan Covid-19 Sudah Oke, tapi Aksi Represif Memperburuk Catatan

SENIN, 18 OKTOBER 2021 | 15:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebebasan Berpendapat Ternodai Dengan Aksi Smackdown Aparat, Hensat : Ini Akan Memperburuk Catatan Kepemerintahan Jokowi-Maruf Amin

Kinerja bidang politik dan keamanan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin selama dua tahun terakhir masih mendapat rapor buruk dari masyarakat.

Pasalnya, masyarakat mulai gelisah dengan aksi represif aparat penegak hukum terhadap mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi.


Pengamat politik Hendri Satrio menyampaikan, dengan adanya tindakan kekerasan yang ditonjolkan aparat penegak hukum, daftar kelam kepemimpinan Jokowi-Maruf ke depan akan bertambah.

"Terlebih lagi adanya berbagai kritikan kebebasan berpendapat. Dan baru-baru saja diakhiri dengan (aksi) smack down (banting) aparat kepada mahasiswa itu tentu saja memperburuk catatan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” ucap Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/10).

Namun begitu, pendiri lembaga survei KedaiKopi ini masih mencatat kinerja positif di pemerintahan Jokowi-Maruf. Yaitu, dalam hal penanganan pandemi Covid-19 pemerintah berhasil menekan sebaran virus, dan bahkan diakui negara-negara lain di dunia.

"Jadi kalau kemudian ditanya apakah positif (atau) negatif (kinerja 2 tahun pemeirntah Jokowi-Maruf), yang jelas positif adalah penanganan Covid-19 ini harus diapresiasi, karena Indonesia salah satu yang terbaik, dalam penanganan," imbuhnya.

Meski di awal tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin tergagap-gagap dalam menghadapi Covid-19 lantaran sempat denial, pada akhirnya bisa optimal menekan penyebaran pandemi Covid-19 dengan berbagai cara yang salah satunya vaksinasi dan protokol kesehatan secara ketat.

Namun menurut sosok yang kerap disapa Hensat ini, hal tersebut perlu diwaspadai dan dijaga dengan baik oleh pemerintah, agar Indonesia tidak terjebak pada gelombang ketiga ancaman virus mematikan dari Wuhan tersebut.

"Yang paling penting jangan sampai kemudian lengah, dan akhirnya terbuka penanganan Covid-19 kadi los-losan, kayak kemaren selebram yang lari itu harus segera ditindak, sehingga jadi contoh masyarakat bahwa tidak ada perlakuan istimewa untuk penanganan Covid-19,” tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya