Berita

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung/Net

Politik

Kenang Dinamika 2004, Akbar Tandjung Targetkan Golkar Menang di 2024

SABTU, 16 OKTOBER 2021 | 11:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Golkar optimis bisa mengulang kembali catatan kemanangan Pemilu 2004 silam.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan, ada kondisi yang berbeda di antara gelaran Pemilu edisi 2004 dan dinamika menuju Pemilu Serentak 2024.

Pada 2004, banyak serangan politik terhadap Partai Golkar. Tetapi, serangan itu tidak menyurutkan dukungan masyarakat kepada partai berlambang pohon beringin ini.


"Saat itu, di tengah-tengah hambatan yang kita alami dan orang-orang yang ingin membubarkan Golkar, kita pertama kali bisa menjadi nomor dua (pada Pemilu 1999). Kemudian (Pemilu 2014) menjadi pemenang nomor satu," kata Akbar Tandjung dalam webinar bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu pagi (16/10).

Dengan dinamika yang lebih tenang seperti saat ini, tidak alasan bagi Partai Golkar untuk tidak yakin memenangkan Pemilu Serentak 2024.

Ketua Umum Partai Golkar 1998-2004 ini mengatakan, masih banyak waktu yang tersedia bagi kader partai untuk bekerja dan bersosialisasi dengan masyarakat pemilih.

"Bilamana seluruh jajaran dan tema-tema perjuangan yang sejalan dengan aspirasi rakyat betul-betul kita suarakan, saya yakin kita kembali menjadi pemenang," pungkasnya.

Dalam webinar tersebut, hadir beberapa narasumber lain, seperti cendikiawan muslim, Azyumardi Azra; Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung; Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Sarmudji; Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi; peneliti LIPI, Siti Zuhro dan pengamat politik, Dedi Kurnia Syah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya