Berita

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), hasto Kristiyanto/Ist

Politik

Bursa Capres PDIP, Anak Buah Megawati: Jokowi-Puan-Ganjar adalah Kader Mumpuni

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 13:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan untuk terus memperkuat tradisi demokrasi Pancasila yang sudah mengakar.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto berkaitan dengan ramainya pembahasan bakal capres dan cawapres di internal partai.

Hasto menegaskan, Demokrasi yang terjadi di Indonesia bukan demokrasi elektoral-individual.


"Demokrasi Indonesia mengacu pada budaya bangsa yang mengedepankan gotong rotong, musyawarah, dan kepemimpinan yang didukung oleh spirit kolektivitas gotong royong, bukan individual," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10).

Pun demikian dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri. PDIP, kata Hasto, telah membangun demokrasi untuk melahirkan pemimpin bangsa yang hebat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin politik dari tingkat pusat hingga daerah yang disiapkan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinan partai.

"Sosok seperti Presiden Jokowi, Mas Prananda Prabowo, Mbak Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas dan lain-lain lahir dari mekanisme kaderisasi partai," jelasnya.

Oleh karenanya, PDIP terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi partai, termasuk dalm menyambut Pilpres 2024.

"Jadi terkait dengan capres dan cawapres, partai memiliki banyak kader mumpuni yang telah dipersiapkan. Keputusan siapa capres dan cawapres PDIP, Kongres V telah memberikan mandat kepada Ketum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri," tutupnya.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya