Berita

Dunia

AS Beri Lampu Hijau, Dua Tahanan Guantanamo Segera Hirup udara Bebas

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 23:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Udara bebas tinggal menghitung waktu sebelum bisa dihirup kembali oleh dua orang tahanan yang sudah mendekam selama bertahun-tahun di balik jeruji penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

Mereka adalah seorang warga Yaman bernama Sanad Yislam al-Kazimi dan penduduk asli Afghanistan bernama Assadullah Haroon Gul atau yang dikenal sebagai Haroon al-Afghani.

Keduanya memenangkan memenangkan persetujuan untuk pembebasan mereka dari pemerintah Amerika Serikat pada 7 Oktober lalu.


Hal itu terungkap dari dokumen yang diunggah oleh Dewan Peninjau Berkala Guantanamo pekan ini.

Mereka merupakan bagian dari 39 tahanan masa perang yang ditahan selama bertahun-tahun di Guantanamo.

Kazimi yang berusia 51 tahun merupakan pengawal tingkat rendah untuk pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden. Dia telah mendekam di Guantanamo selama 17 tahun.

Kazimi ditahan di Dubai pada November 2002 dan diserahkan kepada pejabat Amerika Serikat pada tahun berikutnya. Dia diinterogasi oleh CIA di Afghanistan dan kemudian dipindahkan ke Guantanamo pada tahun 2004. Selama bertahun-tahun dia dinilai terlalu mengancam untuk dilepaskan.

Bahkan hingga kini, jelang pembebasannya, mengingat situasi yang tidak stabil di Yaman, Dewan Peninjau, yang melibatkan pejabat keamanan tingkat tinggi Amerika Serikat merekomendasikan Kazimi dikirim ke negara tetangga Oman, yang memiliki program rehabilitasi untuk tahanan Guantanamo.

Setelah bertahun-tahun Kazimi ditahan di Guantanamo tanpa pengadilan sebagai ancaman yang signifikan, dalam dokumen perintah pembebasannya disebutkan bahwa dia kurang memiliki peran kepemimpinan dalam organisasi ekstremis dan memiliki kerangka waktu yang terbatas dari hubungannya dengan anggota Al-Qaeda.

Lain cerita tahanan lain yang juga dibebaskan, yakni Gul. Pria 40 tahun itu berada di Guantanamo sejak Juni 2007. Dia ditahan karena memiliki peran besar sebagai komandan milisi dan kurir Al-Qaeda. Awalnya dia dicap sebagai "tersangka teror berbahaya".

Dewan Peninjau pun menolak pembebasannya satu tahun lalu. Namun dalam putusan terbaru, Dewan Peninjau menyebut bahwa ada kurangnya peran kepemimpinan dalam organisasi ekstremis dan kurangnya dasar ideologis yang jelas untuk perilakunya sebelumnya. Selain itu, Dewan Peninjau jug menyebut soal penyesalannya atas dampak kegiatan masa lalu.

Keputusan baru itu membuat jumlah tahanan Guantanamo menjadi 12 orang yang dinilai layak untuk dibebaskan, dari 39 orang tahanan yang masih berada di penjara.

Dengan putusan pembebasan tersebut bukan berarti Amerika Serikat bisa serta merta lepas tangan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat masih harus merundingkan pengaturan dengan negara penerima potensial untuk menerima dan memantau para bekas tahanan Guantanamo itu.

Dalam kasus Gul, itu bisa berarti menyerahkannya kepada pemerintah Taliban yang bersekutu dengan Al-Qaeda yang mengambil alih kendali pada Agustus.

Dari 27 orang lainnya yang masih ditahan di Guantanamo dan tidak disetujui untuk dibebaskan, di antaranya terdapat dalang serangan 11 September 2001 yakni Khalid Sheikh Mohammed.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya