Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Jokowi-PDIP Berseteru untuk Penentuan Jadwal Pemilu, Jerrie Massie: Ini Politik Tarik Ulur, Ganjar atau Puan?

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 21:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jadwal hari H Pemilu Serentak 2024 yang dibiarkan menggantung hingga kini disinyalir bukan karena perbedaan pendapat antara Pemerintah Presiden Joko Widodo dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Beberapa pihak berpendapat, jadwal Pemilu yang belum diputuskan lantaran ada perdebatan antara Presiden Jokowi dengan partai penguasa saat ini, yaitu PDI Perjuangan.

Hampir seirama dengan hal tersebut, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie justru memandang lebih spesifik mengenai penentuan jadwal Pemilu Serentak 2024 mendatang ini.


Menurutnya, jadwal Pemilu hanya instrumen yang digunakan baik Jokowi maupun PDIP untuk menentukan calon presiden (capres) selanjutnya.

"Jadi barangkali ini politik tarik ulur," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/10).

Jerry pun tak memungkiri bahwa hubungan Jokowi dengan PDIP mulai tidak harmonis, khususnya mengenai pencapresan tahun 2024 mendatang.

"Saya mencium ada aroma tak sedap antara keduanya," tuturnya.

Jerry menduga, masalah capres PDIP sudah barang tentu mengedepankan Ketua DPR RI, Puan Maharani yang diketahui merupakan penerus trah Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno.

"Sedangkan Jokowi masih dua kaki antara Puan dan Ganjar," tudingnya.

Dari sikap PDIP di DPR RI, Jerry melihat ada kecendrungan yang sangat kuat menolak usulan pemerintah yang ingin Pemilu Serentak digelar 15 Mei, akan tetapi mengikuti usulan KPU yang sudah mensimulasikan tahapan hingga pencoblosan pada 21 Februari 2024.

"Kalau musyawarah dan mufakat pada bulan Febuari bagi saya silakan saja, yang penting memastikan semua berjalan kondusif tanpa ada yang di rugikan," tandas Jerry.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya