Berita

Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa/RMOL

Politik

Pilih Realistis, PPP Ingin Suharso Monoarfa Jadi Cawapres

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 18:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) realistis dalam pencalonan presiden untuk Pemilu Serentak 2024. Hal ini, karena suara PPP hanya 4,5 persen di parlemen.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengakui, sulit partai berlambang Kabah untuk membentuk poros untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Bahkan, untuk mencalonkan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa yang paling realistis menjadi calon wakil presiden.

"Kalau partai kami, Ketua Umum PPP (Suharso Monoarfa) mendeklarasikan sebagai capres, kenapa tidak ngukur baju. Kalau kemudian Ketum PPP mendeklarasikan sebagai cawapres saya kira bajunya pas," ujar Baidowi di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/10).


Awiek, begitu sapaan karibnya, memandang paling realistis juga jika PPP yang merupakan partai religius untuk berkoalisi dengan nasionalis. Salah satunya, bersama Partai Golkar yang akan mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres.

"Kami partai Islam dengan partai nasionalis saling melengkapi, relatif mudah jalannya. Kecuali kami koalisinya senyawa, misalnya partai yang ber-background agama juga," terangnya.

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI menambahkan, saat ini PPP sedang fokus pada penguatan internal. Soal calon presiden, sudah ada dorongan agar Suharso Monoarfa dicalonkan, walaupun masih dinamis dengan realitas politik.

"Tetapi terkadang realitas politik kita dihadapkan pada aspek popularitas dan elektabilitas di masyarakat, kalau sekarang masih sangat cair sekali," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya