Berita

Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Perlu Tengok Akar Rumput sebelum Nyapres Lagi, Pendukung Militan Sudah Pergi

SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 09:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keinginan Partai Gerindra untuk kembali mengusung Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2024 perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

Salah satunya mengenai tren penurunan elektabilitas yang terekam dalam berbagai hasil survei.

"Hal ini tentu bukan pertanda baik bagi Prabowo untuk dicalonkan menjadi capres pada Pilpres 2024," kata pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Selasa (12/10).


Hal lain yang patut dipertimbangkan adalah kondisi akar rumput. Mereka yang begitu militan pada Pilpres 2014 dan 2019 tampaknya sudah banyak yang meninggalkan Prabowo.

"Para pendukung militannya ini sangat kecewa dengan masuknya Prabowo ke dalam kabinet Jokowi," jelasnya.

Oleh sebab itu, meski Prabowo kemungkinan diusung pada Pilpres 2024, namun peluang menang kecil.

"Prabowo telah kehilangan orang-orang militan yang selama ini ikhlas menjadi relawannya. Kader Gerindra tampaknya tak cukup militan untuk mengantarkan Prabowo menjadi presiden," pungkas Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya