Berita

Ilustrasi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit/Net

Kesehatan

UPDATE COVID-19

Selisih Tambahan Kasus Positif dan Sembuh Covid-19 Berbanding Jauh, yang Aktif Tersisa 22.541 Orang

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 18:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Selisih jumlah orang yang terkonfirmasi positif dengan kasus sembuh yang bertambah pada Senin petang (11/10) mengalami perbanidngan yang cukup jauh.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kasus positif bertambah sebanyak 620 orang. Sementara, untuk kasus sembuh mencapai 2.444 orang.

Namun secara total, kasus sembuh di Indonesia kini sudah 4.063.295 orang atau sebanyak 96,1 persen dari total kasus positif positif Covid-19 nasional sebanyak 4.228.552 orang.


Adapun untuk kasus meninggal dunia, jumlahnya hari ini bertambah sebanyak 65 orang. Dari totalnya kini menjadi 142.716 orang atau sebesar 3,4 persen dari total kasus positif.

Dari tiga kasus yang bertambah tersebut, Satgas mencatat kasus aktif hari ini berkurang sebanyak 1.889 orang. Jika dilihat secara total, angkanya kini menjadi 22.541 orang atau sebanyak 0,5 persen dari total kasus positif.

Adapun untuk jumlah orang  yang diduga terinfeksi atau biasa disebut kasus suspek, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada sebanyak 368.489 orang suspek tersebar di 34 provinsi yang terdampak Covid-19.

Pada hari ini, jumlah pemeriksaan yang dilakukan pemerintah sebanyak 151.970 orang dengan spesimen yang diambil sebanyak 225.083 sampel.

Untuk akumulasi pemeriksaan yang dilakukan di 1.113 laboratorium jejaring Satgas sejak April hingga hari ini, jumlahnya mencapai 27.995.924 orang dengan jumlah spesimen yang diambil mencapai 41.828.486 sampel.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya