Berita

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi/Ist

Politik

Anies Dituding Berbohong soal Pilgub 2024, FPPJ: Ketua DPRD DKI Kok Sebar Hoax

SENIN, 11 OKTOBER 2021 | 10:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah alias Rian mengecam keras pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berbohong soal Pilgub DKI 2024.

"Saya bingung sama Ketua DPRD DKI. Dia itu lagi parno atau panik? Kok sebar hoax," kata Rian dalam keterangannya yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (11/10).

Rian menilai, selama ini Anies sejalan dengan Presiden Joko Widodo terkait penanganan pandemi Covid-19, pembangunan Jakarta, hingga program besar DKI lainnya.


Rian berharap Prasetio bersikap bijak dan netral dalam mengemban jabatan sebagai pimpinan DPRD.

"Contohnya Mbak Puan Maharani yang sejalan dengan eksekutif," kata Rian.

Hal senada dikatakan pengamat politik nasional, Tamil Selvan. Menurutnya, Ketua DPRD sepatutnya menyuarakan suara rakyat.

"Bukan justru menyuarakan kepentingan pribadi atau golongan," kata Tamil.

Tamil berharap Prasetio bisa bersikap dewasa dan bijak dalam berpolitik.

"Ingat, negarawan berjuang untuk rakyat bukan nafsu dan menebar kebencian. Ini ada kesan framing negatif yang ditebar Ketua DPRD," ucap Tamil.

Tudingan ini bermula ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara dalam forum Workshop Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) 2021 di Bali, Senin lalu (4/10).

Dalam dialog yang dipandu politikus PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani tersebut, Anies membahas banyak hal. Mulai dari pembangunan di Jakarta, penanganan pandemi, hingga strategi menghadapi kritik.

Tak disangka bahwa hasil diskusi tersebut begitu viral hingga memancing pro dan kontra oleh berbagai pihak.

Salah satunya Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP, Prasetio Edi Marsudi, yang menuding Anies berbohong terkait Pilgub 2024 dan rencana untuk mengganjal Anies maju dalam proses demokrasi tersebut.

“Kebetulan saya yang jadi moderatornya, jadi tahu persis apa yang kami bicarakan. Selama sesi, tidak ada sedikitpun kami menyinggung soal Pilgub, apalagi keluar statement dari Pak Anies yang mengaitkan Pilgub 2024 adalah usaha mengganjal dia. Tidak ada,” kata Zita saat dikonfirmasi, Minggu (10/10).

Zita juga menyarankan agar pihak-pihak yang menuding terkait Pilgub 2024 dan upaya mengganjal Gubernur Anies untuk maju di Pilgub 2022 untuk melihat secara utuh video yang telah ditayangkan di Yotube PAN TV tersebut. Sehingga dapat dilihat secara jelas isi sekaligus hal-hal apa saja yang dibahas dalam dialog tersebut.

“Sebaiknya tunjukan bukti Gubernur Anies pernah bilang bahwa Pilgub 2024 untuk mengganjal Gubernur Anies. Kan ramai yang menuding soal itu, katanya ada di sesi bicara dengan PAN. Tunjukkan di mana Gubernur Anies mengesankan seperti itu di videonya. Kalau ada pihak yang menafsirkan secara bebas saat acara Bimtek PAN, itu ya salah banget,” kata Zita.

Ditegaskan Zita, pembahasan yang mereka lakukan hanya seputar pembangunan Jakarta. Pun soal Anies saat purnatugas jadi Gubernur.

"Saya pikir, kita jangan menuding yang berlebih. Kalau ada pembicaraan beliau yang seperti itu di luar acara Workshop PAN, silakan saja klarifikasi langsung beliau," demikian Zita.

Sebelumnya, Prasetio Edi Prasetio menganggap Anies berbohong soal Pilkada DKI yang mundur dari 2022 ke 2024.  Dia bahkan menekankan agar Anies jangan seolah-olah membangun narasi pemerintah pusat mengundurkan Pilgub DKI untuk mengganjal ambisi politik Anies.

Dalam keterangan tertulisnya, Prasetio melampirkan dua konteks. Pertama pernyataan Anies soal kampanye ketika berbicara di acara PAN di Bali.

Kedua pendapat relawan Anies, Geisz Chalifah, bahwa jagoannya tak bisa lagi memperpanjang masa jabatan lantaran Pilgub diundur ke 2024.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya