Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Para Pecinta Anjing Menanggapi

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 20:48 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH How To Learn Philosophy From My Dog yang ditayangkan di Kompas.com 3 Oktober 2021 memperoleh tanggapan dari berbagai pencinta anjing antara lain :

Budayawan Titus Tri Wibowo

Saya pernah memiliki 21 ekor anjing, semua dapat dari menemukan atau diberi teman yang sudah bosan. Bahkan ada yang dibuang didepan rumah oléh orang yang mungkin tahu saya menampung anjing-anjing.


Tiga anak anjing golden retriever tengah malam menangis dan saya memungutnya. Anjing pertama yang saya pungut dari seorang teman berdinas di DKK yang memberitahu ada anjing kesasar di kantornya.

Si bronnie (saya namakan begitu) adalah pincer coklat menjadi teman si Igin dan si Moni peninggalan ibu saya. Banyak jenis akhirnya menjadi teman saya. Mulai dari poedel, terier, hingga black flatcoat.

Terakhir adalah si Nayla, pom dari mas Benny. Pengalaman saya belajar filsafat dari mereka nggak béda jauh dengan pengalaman Jaya Suprana belajar filsafat dari si Ceko.

Ekolog Prof Hendra Gunawan
 
Saya pernah memiliki anjing hingga 10 ekor, ada 4 yang paling lama dan sangat dekat yaitu Chiki (sejenis peking), Chiko (seperti pemburu dengan warna kulit merah, mata merah dan badan ramping), Brino (berbadan besar dengan banyak rambut dari kepala hingga ekor) dan Kapuk (kulitnya putih bersih seperti kapuk, ekor berambut lebat, badan ramping).

Maaf Saya tidak tahu soal ras anjing. Sebenarnya jauh sebelumnya, tahun 1970-an kami orang desa sudah akrab dengan anjing sebagai kawan bekerja di ladang dan penjaga rumah.

Dulu kami hanya mengenal anjing kampung, yang kulitnya memiliki banyak pola warna namun rambutnya tidak lebat. Nama namanyapun nama kampung seperti Polang, wage, kliwon, dan comong.

Ketika ada film rin tin tin dan film lain di TVRI, saya mencoba memberi nama anak anak anjing kami yang baru lahir dengan nama lebih keren seperi rintintin, Joe, Jims, dan west.  

Sekarang di kampung kami sudah tidak ada yang pelihara anjing. Keluarga saya di kampung pun sudah tidak pelihara anjing.

Mungkin ada perubahan persepsi terjadap anjing atau memang sudah tidak dibutuhkan lagi, mengingat memelihara anjing kala itu gunanya untuk mengusir babi hutan, berburu tikus atau mengusir garangan yang akan memakan ayam.  

Juga untuk menjaga rumah yang kala itu masih gelap gulita. Ketika babi hutan, tikus dan garangan tidak ada dan tidak menjdi hama, maka peran anjing sudah tidak dibutuhkan lagi.

Juga ketika kampung sudah terang-benderang, peran penjaga rumah dengan mata tajam dan penciuman tajam sudah tidak dibutuhkan lagi.

Kami tidak menjual atau membuangnya, mereka berangsur berkurang karena mati tua dan tidak ada keturunannya lagi. Seperti Kapuk yang meninggal ketika tiduran di bawah mobil truk pengangkut gula kelapa yang sedang parkir di depan rumah kami.

Ketika mobil berangkat, Kapuk tak menyadarinya, dan sungguh mengerikan akibatnya. Kami menguburnya dengan layak di bawah pohon kedondong di kebun kami.

Brino pasangannya kala itu ikut melolong lolong menangis. Selanjutnya Brino tetap setia ikut kami. Kalau saya pulang dari Bogor (kuliah) Brino menyambut dengan suka cita. Dia menyimak kalau saya ngobrol kangen-kangean dengan bapak atau ibu.

Ketika saya bilang ke Ibu, kalau saya mau ziarah ke makam kakak. Brino sudah lari duluan di depan menuju makam kakak, seolah ingin menjadi pembuka jalan atau penunjuk jalan, padahal saya naik motor karena jaraknya lumayan jauh.

Heran, kok dia tau kalo saya mau ke makam? padahal dia hanya menyimak obrolan kami.

Tahun demi tahun terus berlalu, hingga masa tua Brino tiba. Rambutnya rontok, mulai banyak koreng, dan reaksinya lamban, serta badannya jorok. Mula-mula dia dilarang masuk rumah, wilayah kerjanya hanya di luar rumah dan kebun. Jika masuk rumah biasanya diusir.  

Suatu hari Brino mencoba mendekat ke kami, dari kami tidak ada yang menerima, semua mengusirnya menjauh. Rupanya Brino sedih merasa sudah tidak dibutuhkan, Dia pun diam diam pergi dari rumah dan tidak kembali lagi.

Kami pun merasa tidak kehilangan, bahkan merasa hilang beban. Beberapa hari kemudian ada seseorang melapor ke kami.

Dia melihat Brino sendiri seperti bingung mondar mandir di tepi sungai. Kemudian secara tiba-tiba Brino menceburkan diri ke sungai yang dalam dan berarus deras itu. Kemudian menghilang ditelan aliran sungai.

Mungkinkah Brino bunuh diri??  Maafkan kami Brino. Semoga kau damai di sana. Kebaikanmu akan terus kami kenang. Demikian kisah nyata kami belajar filsafat dari Brino.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya