Berita

Menteri Sosial Tri Rismaharini/Net

Politik

Gaya Meledak-ledak Risma Tidak Cocok untuk Kepemimpinan Politik Nasional

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 08:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi marah-marah yang kembali dipertontonkan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini saat rapat dengan sejumlah pejabat di Gorontalo, Kamis (30/9) lalu, menunjukkan bahwa menteri asal PDI Perjuangan itu tidak cocok untuk kepemimpinan politik nasional.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Imam kepada wartawan, Senin pagi (4/10).

"Gaya komunikasi Mensos Risma yang eratik, tidak mudah ditebak, meledak-ledak, suka marah-marah, tidak cocok untuk dibawa dalam kepemimpinan politik nasional," katanya.


Pasalnya, gaya politik marah-marah Risma justru menunjukkan egoisme seorang pemimpin dengan segala keakuan serta kepongahannya dalam kerja-kerja politik.

"Sebagai pemimpin, ekspresi marah memang terkadang diperlukan untuk menegaskan sikap, posisi, dan arahan kebijakan. Namun jika sikap itu dilakukan hanya untuk menunjukkan "ego" dan "keakuan" seorang pemimpin," katanya.

Menurut Managing Director of PPPI ini, Risma seharusnya cukup memberikan statemen tegas dan terukur. Tanpa harus menunjuk-nunjuk dan mempermalukan orang lain, karena sejatinya itu sikap itu tidak pantas dilakukan.

"Tegas tidak harus kasar. Tegas juga bisa ditunjukkan tanpa kemarahan," tuturnya.

Sikap marah-marah Risma di ruang publik ini tidak hanya sekali. Siapa mengira bahwa masyarakat akan suka dengan kemarahan yang dianggap sebagai simbol ketegasan.

"Justru sebaliknya, kemarahan berlebihan yang diulang-ulang, justru berpotensi dianggap sebagai bentuk kepongahan dari "drama queen", yang belakangan sudah mulai muncul dalam ruang opini publik," pungkasnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya