Berita

Tokoh terkemuka warga Rohingya Mohib Ullah dibunuh sekelompok pria bersenjata/Net

Dunia

Tokoh Top Rohingya Dibunuh, Bangladesh Interogasi Enam Pria di Kamp Pengungsi

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 21:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu Rohingnya kembali mengundang perhatian publik dunia akhir pekan ini. Sebanyak enam orang pria yang merupakan warga Rohingya ditangkap oleh pihak keamanan di Bangladesh karena terkait dengan pembunuhan seorang pemimpin Rohingya terkemuka di sebuah kamp pengungsi di tenggara Bangladesh.

Korban pembunuhan bernama Mohib Ullah. Dia merupakan tokoh terkemuka yang memimpin lebih dari 800 ribu warga Rohingnya yang melarikan diri dalam eksodus massal dari Myanmar karena khawatir akan ancaman militer. Dia dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata di kamp pengungsi Cox's Bazar pada Rabu malam (29/9).

Pihak keluarga menuduh dalang di balik pembunuhan Ullah adalah militan dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), sebuah kelompok Rohingya yang kerap melakukan sejumlah serangan di Myanmar. Diduga, ARSA resah dengan popularitas Ullah yang semakin meningkat di kamp-kamp pengungsi Rohingnya.


"Kami telah menangkap lima orang atas pembunuhan Mohib Ullah," kata komandan unit polisi yang bertanggung jawab atas keamanan kamp, ​​Naimul Haque kepada AFP pada Minggu (3/10).

Dia menjelaskan bahwa dua dari lima pria itu ditahan selama tiga hari untuk diinterogasi. Sementara itu tiga pria lainnya belum muncul di pengadilan.

Selain mereka berlima, polisi Bangladesh juga mengumumkan bahwa seorang pria Rohingya lainnya berusia 28 tahun juga ditangkap atas pembunuhan pekan lalu. Keenamnya saat ini sedang diselidiki apakah terkait dengan ARSA atau tidak.

Menyusul pembunuhan itu, pihak berwenang Bangladesh telah meningkatkan keamanan di kamp-kamp pengungsi Rohingya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya