Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandiaga Optimis Sektor Parekraf Comeback Cepat di Masa Pandemi

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 13:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap optimis akan comeback dan kembali pulih, meski pandemi Covid-19 memberi pukulan telak bagi banyak pelaku usaha.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kontraksi pada ekonomi kreatif tidak sedalam ekonomi lain. Adapun beberapa sektor yang memiliki peluang untuk terus berkembang di tengah pandemi adalah kuliner, fashion, game, hingga kriya.

"(Pertumbuhan) minus 2,5 persen dan ekspor minus 13 persen, berarti ada peluang untuk sektor andalan seperti kuliner, kriya, fashion, dan sektor prioritas seperti game dan aplikasi untuk tumbuh berkembang menciptakan peluang untuk anak muda," kata Sandiaga Uno dalam keterangannya, Minggu (3/10).


Di samping itu, dikatakan Sandiaga, peluang usaha di sektor ekonomi kreatif sangat beragam di mana lapangan kerja yang tercipta lebih dari 20 juta. Hal ini menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia untuk saat ini.

Lanjut mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini, berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia didukung dengan program digitalisasi. Dia menegaskan, potensi pasar ekonomi digital di Indonesia sangatlah besar, di mana total 175 juta pengguna internet didominasi anak muda.

Masih kata Sandiaga, pertumbuhan nilai e-commerce diperkirakan mencapai 53 miliar dolar AS pada 2025. Oleh karena itu, diperlukan konsolidasi dan kolaborasi pentahelix dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media massa dalam strategi pengembangan ekonomi kreatif.

"Kita perlu banyak sekali talenta terutama untuk ekonomi digital dan kreatif yang bisa mengembangkan produk kreatif unggulan," demikian Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya