Berita

Politisi senior PDIP, Bambang Beathor Suryadi/Net

Politik

Saran Beathor, Jokowi Harus Terbitkan Perppu HGU untuk Selesaikan Kemelut Perampasan Tanah

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 11:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebuah solusi jitu ditawarkan politisi PDI Perjuangan Bambang Beathor Suryadi agar Presiden Joko Widodo bisa menyelesaikan kemelut sengketa dan perampasan tanah di negeri ini. Saran itu adalah penerbitan Perppu Buka Peta Data Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB).

Menurutnya, Perppu ini penting untuk memperkuat tindakan presiden dalam mengatasi kemelut lahan tanah yang muncul akibat pelayanan publik tidak maksimal di Kementerian ATR/BPN.

“Perppu juga untuk menjawab warga yang tidak percaya lagi dengan lembaga pengadilan yang selalu mengalahkan mereka dari berbagai tingkatan mencari keadilan, PN, PT dan MA,” ujarnya kepada redaksi, Minggu (3/10).


Diurai mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) ini bahwa konflik agraria umumnya bermula dari ploting kawasan, pengukuran, dan penerbitan sertifikat yang dilakukan pihak BPN.

Ploting itu kerap kali memasukan kawasan kampung adat atau perkampungan warga ke dalam HGU atau HGB.

“Kemelut terjadi karena pelaku perampasan lahan rakyat dilakukan oleh K/L, dan konglomerat istana. Tanpa Perppu, apa mungkin Presiden membubarkan Kementerian ATR BPN, yang disinyalir oleh korban perampasan sebagai gudangnya mafia tanah,” tuturnya.

Menurutnya, hanya kehendak politik Presiden Joko Widodo yang bisa diharapkan dalam menyelesaikan kasus ini. Political will itu juga akan menjadi jalan Jokowi mengakhiri teriakan-teriakan rakyat untuk memberantas mafia tanah.

“Kata Bang Jimly (mantan ketua MK), tegaknya hukum dan keadilan harus seiring dengan tegaknya etika bernegara,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya