Berita

Perusahaan pesawat luar angkasa milik Richard Branson, Virgin Galactic/Net

Dunia

Hentikan Investigasi Penyimpangan Pesawat, FAA Cabut Larangan Terbang Virgin Galactic

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 13:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mencabut larangan terbang Virgin Galactic, perusahaan pesawat luar angkasa milik miliarder Richard Branson.

Awal bulan ini, FAA melarang Virgin Galactic untuk terbang selama penyelidikan atas adanya penyimpangan lintasan ketika Branson melakukan wisata ke luar angkasa pada 11 Juli lalu.

Namun pada Rabu (29/9), FAA mengumumkan telah menutup penyelidikan tersebut.


"Hari ini, FAA menutup penyelidikan kecelakaan peluncuran Virgin Galactic Unity 22 pada 11 Juli," kata FAA, seperti dimuat Sputnik.

"FAA mengharuskan Virgin Galactic untuk menerapkan perubahan tentang cara berkomunikasi dengan FAA selama operasi penerbangan untuk menjaga keamanan publik. Virgin Galactic telah membuat perubahan yang diperlukan dan dapat kembali ke operasi penerbangan," tambah otoritas penerbangan itu.

Dalam penerbangan 11 Juli yang banyak dipublikasikan media, pesawat Virgin Galactic dilaporkan keluar lintasan dan keluar dari wilayah udara yang ditentukan selama hampir 2 menit karena pilot mengabaikan peringatan kode merah.

Menurut laporan FAA, lampu peringatan menyala karena pesawat luar angkasa keluar dari lintasan. Pesawat ruang angkasa itu berada di luar wilayah udara yang ditentukan selama 1 menit 41 detik dengan kecepatan mencapai 2.300 MPH. Dengan begitu, kecepatan dan waktu itu, pesawat bisa menempuh jarak 64,5 mil yang bisa sangat berbahaya bagi keselamatan.

Ketika alarm berbunyi bahwa pesawat ruang angkasa keluar dari lintasannya, pilot bisa saja mematikan mesin dan menunggu hari yang lebih aman untuk pergi ke luar angkasa.

Tetapi dengan banyaknya publikasi, banyak orang menduga Branson mengambil risiko.

irgin Galactic berdalih, meskipun ada kesalahan, mereka tetap berada dalam parameter misi. Namun, mantan pilot uji coba Virgin Galactic, Mark Stucky, sangat kritis terhadap operasi tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya