Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai sampaikan surat pengajuan Lodewijk F. Paulus Wakil Ketua DPR RI/RMOL

Politik

Airlangga Hartarto Pastikan Golkar Solid Setelah Lodewijk Paulus Dipilih Gantikan Azis Syamsuddin

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 18:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Golkar dipastikan tetap solid setelah Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus dipilih menggantikan Azis Syamsuddin di kursi Wakil Ketua DPR RI.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, tidak perlu juga ada kekhawatiran akan muncul faksi-faksi. Pasalnya, nama Lodewijk disepakati bersama dalam rapat pleno.

"Tidak ada (faksi), kemaren sudah rapat, namanya rapat sudah ya sudah konsensus," ujar Airlangga Hartarto di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9).


Selain rapat pleno, dikatakan Airlangga, nama Lodewijk juga sudah dikonsultasikan kepada kepada tokoh-tokoh senior Partai Golkar.

"Jadi sudah ada pembahasan dengan Ketua Dewan Pembina Pak Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Pak Agung Laksono, Ketua Dewan Kehormatan Bapak Akbar Tanjung, dan juga Penasehat Luhut Binsar Panjaitan," terangnya.

Sebelum berkiprah di dunia politik, Lodewijk lama berkiprah di dunia militer.

Pria kelahiran Manado 27 Juli 1957 itu lulus dari akademi militer tahun 1981. Dia menjabat sebagai komandan pleton (Danton) Kopassandha yang kini bernama Kopassus.

Karier militer Lodewijk banyak dihabiskan di korps baret merah. Sampai pada 2009, dia dipilih menjadi Danjen Kopassus menggantikan Pramono Edhie Wibowo.

Namun, ia hanya menjabat dua tahun sebagai Danjen Kopassus sebelum akhirnya ditugaskan menjadi Pangdam Bukit Barisan pada 2011 hingga 2013.

Akhir kariernya di militer dihabiskan sebagai Komandan Kodiklat TNI AD menggantikan Gatot Nurmantyo pada 2013 hingga 2015. Ia pensiun dari TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya