Berita

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/Net

Politik

CLBK PAN dan Jokowi Mengancam Kursi Nadiem Makarim

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 10:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai pendukung pemerintah menjadi pertanda akan adanya perombakan Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata mengatakan, hadirnya PAN di koalisi mengingatkan publik dengan cerita cinta lama bersemi kembali.

Karena dalam catatan, PAN juga pernah masuk dalam pemerintahan Jokowi di periode pertama pada 2015. Padahal, di Pilpres 2014, PAN mendukung koalisi Prabowo-Hatta Rajasa. Begitu pula di Pilpres 2019, PAN berada dalam koalisi Prabowo-Sandiaga Uno.


"Ini CLBK, putus nyambung. Putus dan nyambung lagi. Ini tidak salah dalam siklus politik," ujar Dian kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/9).

Menurut Dian, kembalinya PAN dengan Jokowi dilatarbelakangi beragam motif. Dugaannya, PAN tidak terlalu mendapat banyak manfaat sosial politik sebagai oposisi di periode satu dan dua. Yang mampu mengkapitalisasi sosial politik oposisi, kata dia, hanyalah PKS dan Partai Demokrat.

"Ini dapat dilihat dari angka elektabilitas PKS dan Partai Demokrat yang stabil. Karena tidak mendapatkan apa pun, maka PAN berubah strategi menjadi partai pemerintah. Harapannya tentu saja PAN mendapatkan 'madu' saat menjadi bagian koalisi Jokowi," kata Dian.

Jika benar terjadi perubahan komposisi kabinet, lazimnya PAN mendapatkan kursi Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Mendikbud Ristek)

"Di mana saat ini kursi tersebut diduduki oleh Nadiem Makarim," pungkas Dian.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya