Berita

Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

TNI Lebih Dipercaya Ketimbang Presiden, Pengamat: Persepsi Publik Berdasarkan Apa yang Dirasakan

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 11:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menurut hasil survei Indikator Politik Indonesia, TNI mendapatkan kepercayaan publik sebesar 90 persen. Angka tersebut melampaui tingkat kepercayaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Hal ini bisa terjadi karena TNI dianggap lebih dekat dengan rakyat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam pandangan pengamat politik Dedi Kurnia Syah, hal ini merupakan sebuah persepsi kolektif. Pasalnya dalam beberapa survei lainnya, TNI juga menjadi unggulan dan mendapatkan kepercayaan publik.


"Ini persepsi kolektif, TNI dalam beberapa survei IPO juga ditempatkan publik sebagai lembaga paling dipercaya, berbanding terbalik dengan Polri,” ucap Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/9).

Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) ini menyampaikan, ada dua hal yang menjadikan presiden kurang dipercaya oleh masyarakat.

"Presiden dilihat publik dari kebijakan jangka pendek. Apa yang dirasakan publik saat ini itulah yang akan dipersepsikan. Dan Presiden memang dalam kondisi sulit hari ini, terutama soal penanganan pandemi yang dianggap publik menyulitkan aktivitas ekonomi tingkat bawah,” paparnya.

"Kepuasan pada Presiden sangat dinamis. Selain soal kebijakan, bisa juga karena faktor opini yang berkembang, terutama terkait sikap presiden yang dianggap tidak ramah pada kritikus,” tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Zulhas Prediksi 15 Tahun Lagi Terjadi Perang Pangan

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:17

Outlook Utang Dipangkas, Menkeu Purbaya Ngaku Salah

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:08

Ketum Golkar Tak Mau Dengar Kabar Tersangka Fadia Arafiq

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:53

Indonesia Lebih Baik Ikut Menentukan Perdamaian, Zulhas: Ketimbang Nggak Bisa Apa-apa

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:42

Resmi! Anak di Bawah Umur 16 Tahun Dilarang Main Medsos dan Roblox

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:37

Soal Nasib Selat Hormuz, Iran: Silakan Tanya Amerika Serikat

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:26

Purbaya Heran Fitch Pangkas Outlook Utang RI Saat Negara Lain Defisit Lebih Tinggi

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Menko Airlangga Putar Otak Antisipasi Konflik Timteng

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kursi Bertambah

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:37

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:17

Selengkapnya