Berita

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo saat hadiri diskusi virtual Forum Diskusi Guru Besar dan Doctor Insan Cita, bertemakan TNI vs PKI, Minggu malam (26/9)./Repro

Politik

Gatot Nurmantyo: PKI Terbiasa Rebut Kekuasaan

MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021 | 21:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yakin anasir pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) Kominis masih bergerak dan berupaya menyebarkan paham komunis di Indonesia.

Dalam diskusi virtual bertema "TNI vs PKI" yang digelar Minggu malam (26/9), ia menjelaskan sejumlah ciri penting PKI, salah satunya adalah pemberontakan dan upaya merebut kekuasaan.

Gatot dengan lancar menjelaskan sejarah PKI dari Perhimpunan Demokratis Sosial Hindia Belanda atau Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) yang didirikan Henk Sneevliet, sampai Serikat Islam (SI) Merah yang dipimpin Semaun. Dia juga menjelaskan, bahwa seperti Sukarno dan RM Kartosuwiryo, Semaun juga pernah tinggal di rumah tokoh Serikat Dagang Islam (SDI) Haji Oemar Said Tjokroaminoto di Surabaya.


Di tahun 1921 SI Merah berubah menjadi PKI dan lima tahun kemudian berupaya merebut kekuasaan dari Kolonial Belanda. Pemberontakan itu berhasil ditumpas karena persenjataan yang minim.

Tetapi di sisi lain, Gatot mengatakan, PKI tidak nasionalis, karena berupaya menempatkan Indonesia di bawah Uni Soviet.

“Sangat jelas (pemberontakan 1926) bukan peran patriotisme kebangsaan Indonesia, karena tidak dilakukan bersama-sama dengan kekuatan bangsa lainnya. Tetapi semata-mata hanya sebagai untuk merebut kekuasaan dan berkuasa,” katanya.

Ciri kedua PKI, sambung Gatot, adalah gemar merebut kekuasaan dan berkuasa. Setelah gagal di tahun 1926, pada tahun 1948 PKI kembali berupaya merebut kekuasaan. Kali ini dari tangan pemerintahan RI yang sah, yang di saat bersamaan sedang menghadapi agresi militer Belanda.

"Bayangkan bagaimana suasana kebangsaan kita di tahun 1948. Negara Indonesia usianya masih sangat belia, juga sedang menghadapi agresi militer Belanda. Situasi ini malah dijadikan peluang dan dimanfaatkan PKI untuk kudeta,” ucapnya.

Ciri khas PKI yang ketiga, lanjut Gatot, adalah melakukan penculikan, penganiayaan terhadap warga sipil, polisi dan juga ulama.

“Pemberontakan di tahun 1948 dapat ditumpas pasukan Siliwangi pada akhir November 1948 dengan ditembak matinya Muso, dan kemudian menyerahnya Amir Syamsuddin,” ujarnya.

Sejumlah profesor dan doktor sejarah perpolitikan Tanah Air menanggapi pernyataan dari Gatot Nurmantyo, antara lain ProfSiti Zuhro sebagai pengantar.

Yang menjadi penanggap atas diskusi virtual tersebut yakni Prof Bagir Manan, Dr Fahmi Idris, Prof Aminuddin Kasdi, Dr MS Kaban dengan dimoderatori oleh Prof Asep Saeful Muhtadi dan Dr Ilah Holila.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya