Berita

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon/Net

Politik

Jansen Sitindaon: Kami Tak Pernah Usik Partai Lain, Ingatlah Kehidupan Politik Ini Panjang Saudara!

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 21:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat masih terus berjuang untuk melakukan perlawanan terhadap "begal partai politik" yang ditenggarai didukung oleh penguasa, melakui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Meskipun, Moeldoko kini menggunakan jasa Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra sebagai Kuasa Hukumnya, tetapi Kader Muda Partai Demokrat tidak akan gentar.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, meskipun lelah dengan kondisi saat ini yang terus "diganggu" oleh pihak-pihak yang berupaya membegal Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekarang. Tetapi Partai Demokrat akan tetap melawan sehormat-hormatnya sebaik-baiknya.  


"Lelah benar dengan keadaan ini. Konsolidasi, waktu dan pikiran terganggu. Kami akan catat dengan sangat baik siapapun kalian yang mendukung pembegalan partai kami ini. Apalagi yang berasal dari luar: baik itu atas dasar, dalih dan alasan apapun. Ingatlah, kehidupan politik ini panjang saudara-saudara!" tegas Jansen Sitindaon kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu petang (25/9).

Jansen yang juga kader muda Partai Demokrat ini menegaskan bahwa hukum karma akan berpihak pada Partai Demokrat yang sejati, yakni di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Jika hari ini kita tidak bisa jumpa, dimasa depan pasti bertemu. Satu yang tak mungkin bisa kalian lawan: muda-mudanya kader partai kami ini sekarang. Pada suatu masa, kalian pasti akan bertemu dengan mereka yang tersakiti ini. Kami tidak pernah ngurusi partai orang. Kalianlah yang mulai," demikian Jansen.




Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya