Berita

MFI menyerahkan Draf Naskah RUU Farmasi dan Apoteker ke Baleg DPR/Ist

Kesehatan

MFI Serahkan Draf Naskah RUU Farmasi dan Apoteker ke Baleg DPR

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 22:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jajaran pengurus Masyarakat Farmasi Indonesia (MFI) menyerahkan draf dan naskah akademik RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran ke Badan Legislasi DPR RI, Kamis (23/9).

Penyerahan draf RUU ini menjawab proses advokasi yang panjang dengan berbagai stakeholder, organisasi masyarakat dan fraksi fraksi di DPR RI. Kedatangan Pengurus MFI ditemui langsung olah Pimpinan Badan Legislasi DPR RI.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas dari fraksi Gerindra, Wakil Ketua M. Nurdin dari PDI Perjuangan, Wakil Ketua Willy Aditya dari Nasdem, Wakil Ketua Ibnu Multazam dari PKB dan anggota Baleg lainnya.


Sedangkan delegasi MFI yang hadir yakni Ketua MFI Mufti Djusrur, dan anggota MFI lainnya yakni Fidi Setyawan dan Ahmad Subagyo.

Setelah melakukan konsultasi, delegasi Masyarakat Farmasi Indonesia (MFI) menyerahkan draf dan naskah akademik RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran kepada Ketua Baleg RI disaksikan para wakil ketua dan anggota baleg.

Supratman Andi Agtas menyebutkan Baleg DPR RI mengapresiasi setiap perjuangan keprofesian untuk menjaga ketahanan farmasi nasional yang amat penting demi pelayanan kesehatan masyarakat saat pandemi Covid-19.

“Kami dari MFI menyerahkan secara resmi draf dan Naskah Akademik RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran kepada pimpinan Baleg DPR RI. Semoga proses selanjutnya bisa segera digulirkan" ujar Mufti Djusrur, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9).

Ia menyebutkan pertemuan antara MFI dengan Baleg DPR RI tersebut merupakan tahapan proses politik yang penting dalam pengesahan RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran menjadi undang-undang.

Dengan semakin cepat disahkannya RUU tersebut, maka permasalahan Farmasi di Indonesia akan semakin cepat teratasi. Ia berharap RUU ini menjadi tonggak perjuangan bangsa Indonesia dalam menggapai Kemandirian Farmasi Nasional secara bertahap.

Sedangkan Achmad Subagiyo menegaskan, draf dan naskah akademik RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran sebagai salah satu jawaban atas sejumlah persoalan yang kerap dialami oleh apoteker.

"Penyelenggaraan praktik Keapotekaran harus dilindungi UU, sebab penyelenggaraan praktik keapotekeran merupakan upaya untuk menjamin aspek keamanan, khasiat kemanfaatan dan mutu perbekalan farmasi yang beredar, ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan farmasi," kata Achmad Subagiyo.

Menurutnya dengan peraturan perundang-undangan ini maka perlindungan masyarakat dari penggunaan obat yang memiliki efek negatif dapat lebih terjamin.  

"Ini untuk mendorong kemandirian di bidang farmasi melalui pemanfaatan sumber daya dalam melalui penelitian dan pengembangan sediaan farmasi, dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya," jelas Achmad Subagiyo.

Sementara itu  Fidi Setyawan menjelaskan, perjalanan draf dan naskah akademik RUU Farmasi dan Praktik Keapotekeran hingga resmi di terima Badan Legislasi DPR RI sudah berlangsung sejak 2019 dengan berbagai pihak.

"Proses RUU ini masih panjang, sehingga memerlukan kekompakan seluruh elemen farmasi dan apoteker di Indonesia. Sumbang saran dari semua pihak dapat disampaikan ke MFI. Kami berharap para apoteker bisa mendukung RUU ini," kata Fidi Setyawan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya