Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan bahwa ada risiko "perang saudara" di Afghanistan jika Taliban tidak dapat membentuk pemerintahan inklusif di sana/Net

Dunia

PM Pakistan: Jika Perang Saudara Terjadi, Afghanistan Bisa Jadi Tempat Ideal untuk Teroris

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Situasi yang berkembang di Afghanistan usai kelompok militan Taliban merebut kekuasaan pertengahan Agustus lalu membuat resah Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dia memperingatkan bahwa ada risiko "perang saudara" di Afghanistan jika Taliban tidak dapat membentuk pemerintahan inklusif di sana.

"Jika mereka (Taliban) tidak memiliki pemerintahan yang inklusif, dan secara bertahap itu turun ke perang saudara, yang jika mereka tidak memasukkan semua faksi cepat atau lambat (akan terjadi], itu juga akan berdampak pada Pakistan," kata Khan dalam wawancara dengan BBC pada awal pekan ini.


Dia mengaku bahwa pihaknya prihatin dengan kemungkinan krisis kemanusiaan dan pengungsi jika perang saudara pecah di Afghanistan. Khan juga berbicara soal kemungkinan tanah Afghanistan digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah Pakistan.

“Itu berarti Afghanistan yang tidak stabil dan kacau,” kata Khan.

"(Itu adalah) tempat yang ideal untuk teroris, karena jika tidak ada kontrol atau jika ada pertempuran yang terjadi. Dan itulah kekhawatiran kami. Jadi terorisme dari tanah Afghanistan, dan kedua jika ada krisis kemanusiaan atau perang saudara, masalah pengungsi bagi kami," jelasnya, seperti dikabarkan ulang Al Jazeera.

Di sisi lain, Taliban sebelumnya telah menolak seruan Khan untuk perubahan pada pemerintah sementara Afghanistan saat ini. Salah seorang pejabat top Taliban, yakni Mohammad Mobeen, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi siapa pun hak untuk menyerukan pemerintah yang inklusif.

“Kami sudah mendapatkan kebebasan. Seperti Pakistan, kami berhak untuk memiliki sistem kami sendiri," kata Mobeen kepada Ariana TV Afghanistan pada hari Senin (20/9). Dia menekankan bahwa menambahkan sistem yang dibuat Taliban saat ini "inklusif".

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya