Berita

Peternak unggas mandiri se-Jawa melakukan konsolidasi dengan membentuk tim kecil guna menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, pada Selasa, 21 September/Repro

Politik

Peternak Unggas Mandiri: Alih-Alih Benahi Masalah, Mentan Malah Pilih Ke Luar Negeri

RABU, 22 SEPTEMBER 2021 | 14:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Begitu banyak pekerjaan rumah yang diberikan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk membenahi carut marut perunggasan di Negeri ini.

Sekjen PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara), Kadma Widjaya, menyayangkan sikap Mentan yang lebih memilih ke luar negeri, setelah diamanatkan Presiden untuk menyelesaikan persoalan yang dialami peternak unggas mandiri selama tiga tahun terakhir.

Jokowi menyampaikan permintaannya itu saat menerima peternak unggas Blitar yang membentangkan poster bertuliskan, "Pak Jokowi bantu peternak beli jagung dengan harga yang wajar" bernama Suroto, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu siang (15/9).


"Kami sangat berharap ada progress dari pertemuan dengan Presiden kemarin. Tetapi bagaimana bisa menindaklanjuti, Mentan-nya enggak ada, malah ke luar negeri. Ya, berarti tidak menjalankan arahan Presiden," ujar Kadma, Rabu (22/9).

Diakui Kadma, Ia ikut bersama Suroto dan perwakilan peternak bertemu Jokowi pekan lalu. Pada pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan sejumlah masalah yang terus-menerus dihadapi peternak.

Masalah tersebut antara lain persaingan yang tidak sehat antara peternak unggas mandiri dan perusahaan konglomerasi, over supply ayam hidup yang menyebabkan harga jual selalu dibawah harga pokok produksi (HPP), serta harga pakan dan Day Old Chick (DOC) yang tinggi.

Namun setelah pertemuan di Istana Negara dan sampai hari ini pihaknya belum bertemu dengan Kementan.

"Ternyata masalah yang kami alami di tiga tahun terakhir ini tidak sampai di telinga Presiden. Kami menduga bawahannya seolah-olah ABS (Asal Bapak Senang). Apa yang diperbuat berbeda dengan apa yang dilaporkan kepada Presiden," tukas Kadma.

Sebagai contoh, Kadma menyebutkan ketidaksesuaian pernyataan Syahrul Yasin Limpo. Di mana kebutuhan jagung sekitar 13 juta ton, sementara Kementan mengklaim ada surplus 2juta ton.

"Kalau memang surplus, seharusnya harga (jagung) turun. Tetapi faktanya harga jagung mahal," ungkap Kadma.

Maka dari itu, Lanjut Kadma, pihaknya bersama perwakilan peternak unggas mandiri se-Jawa melakukan konsolidasi dengan membentuk tim kecil guna menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, pada Selasa (21/9).

Tim kecil yang dibentuk tersebut, lanjutnya, sebagai upaya meneruskan perintah Presiden yang meminta Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial dan Kepolisian RI untuk menjalankan tugas masing-masing, sesuai dengan masalah yang dialami peternak unggas mandiri.

"Kami akan menagih janji Pak Jokowi. Sesuai arahan Presiden, untuk masalah over supply dan HPP yang tinggi, kami akan kejar Kementan dan Kemendag. Untuk bantuan kepada peternak mandiri, terutama di masa pandemi, kami kejar Kemensos," tuturnya.

"Untuk masalah harga jagung yang melonjak tinggi, kami kejar Kapolri untuk segera membentuk tim investigasi," papar Kadma.

Senada dengan Kadma, peternak mandiri asal Sukabumi, Budiyanto, berharap pemerintah serius menangani persoalan yang dihadapi peternak mandiri. Diakuinya, selama tiga tahun terakhir peternak unggas mandiri terus merugi. Sehingga banyak yang bangkrut dan meninggalkan hutang yang besar.

"Kami hanya ingin dilindungi, minimal bisa melunasi hutang-hutang. Kami sangat berharap harga jual diatas HPP, minimal diatas acuan Permendag di Rp 19.000-Rp 19.500. Kalau tidak, sampai kapan pun kami akan rugi dan mati," usut Budiyanto.

Selanjutnya, Ketua Pinsar Jawa Tengah, Pardjun, berharap arahan Presiden kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan Menteri Sosial juga termasuk Satgas Pangan harus segera dilaksanakan.

"Kalau sudah instruksi harus jalan, kalau tidak jalan ya menterinya dipecat," kata Pardjuni.

Ketua Umum Gopan Heri Darmawan mengatakan, konsolidasi yang dilakukan bersama seluruh peternak mandiri se-Jawa adalah untuk menyampaikan hasil pembicaraan  perwakilan peternak dengan Presiden.

"Semua usulan peternak broiler tidak ada satu pun yang ditolak presiden, ini sudah sangat bagus dan diluar dugaan kita" pungkasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya