Berita

Anggota Komisi I DPR Christina Aryani/Net

Politik

Christina Aryani: Panglima TNI Baru Harus Bisa Jaga Soliditas antar Matra

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 21:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto diharapkan bisa menangani segala tantangan dan ancaman pertahanan. Tidak terkecuali, ancaman dari keamanan laut atau maritim Indonesia.

Anggota Komisi I DPR Christina Aryani mengatakan, saat ini memang Indonesia berkutat dengan konflik darat. Terutama, dengan kelompk teroris Papua.

"Situasi di Papua tentunya menjadi perhatian kami, panglima yang baru juga harus sanggup bisa menjaga lalu bagaimana keadaan di sana bisa lebih kondusif," kata Christina di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/9).


"Itu beberapa hal, di samping ketahanan laut juga menjadi perhatian," sambungnya.

Selain itu, Christina juga menitipkan pesan, siapapun nanti Panglima TNI yang akan terpilih harus bisa menjaga soliditas diantara matra-matra.

"Kemampuan panglima berikutnya juga untuk tetap menjaga soliditas di matra-matra yang ada. Karena sejak dia menjadi panglima dia tidak hanya mengurusi matranya lagi, tapi ada yang lain juga yang tentu harus menjadi perhatian," terangnya.

Untuk menjalankan itu semua, lanjut legislator Partai Golkar ini, Panglima TNI harus punya inovasi dan inisiatif dalam menghadapi segala potensi yang akan terjadi.

"Pastinya harus punya inovasi, harus punya inisiatif juga," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya