Berita

Siswa dan guru laki-laki di Afghanistan diizinkan kembali melanjutkan aktivitas di sekolah pada 18 September 2021/AFP

Dunia

Perempuan Tak Diizinkan Sekolah, Warga Afghanistan Ramai-ramai Protes di Media Sosial

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021 | 12:51 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Protes dilakukan oleh warga Afghanistan di media sosial setelah Taliban mengumumkan aturan baru, yaitu hanya murid dan guru laki-laki yang diizinkan kembali bersekolah untuk tingkat sekolah menengah.

Pada Jumat (17/9), Kementerian Pendidikan mengumumkan, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan madrasah dibuka kembali mulai 18 September, namun hanya untuk laki-laki

Aturan itu berlaku untuk anak laki-laki dan remaja di atas kelas enam.


Sementara sekolah dasar telah dibuka, dengan anak laki-laki dan perempuan dipisahkan, serta beberapa guru perempuan bisa kembali bekerja.

Di media sosial, warganet Afghanistan menyatakan kekecewaan atas aturan baru tersebut. Aksi protes bukan hanya dilakukan oleh perempuan, tetapi juga laki-laki.

Beberapa murid laki-laki bahkan menyebut mereka tidak akan kembali ke sekolah tanpa saudari mereka.

Setelah merebut kendali negara pada pertengahan Agustus lalu, Taliban telah membuat serangkaian kebijakan yang dinilai semakin menghilangkan pencapaian peran perempuan.

Baru-baru ini, Taliban telah mengganti Kementerian Urusan Perempuan dengan Kementerian Amar Ma'ruf Nahi Munkar, yang diisi oleh seluruh pegawai laki-laki.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya