Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Cangkangomologi

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 11:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JIKA Hamlet memandang sebuah tengkorak sambil nyeletuk To Be Or Not To Be, maka saya memandang bagian dalam sebuah irisan cangkang Nautilus sambil nyeletuk Saya Percaya Tuhan Ada. (Saya belum menemukan kata bahasa Indonesia untuk Nautilus maka mohon maaf bahwa di dalam naskah ini terpaksa saya tetap gunakan istilah Nautilus).

Cangkang Nautilus

Mohon para atheis memaafkan saya yakin bahwa Tuhan ada pada saat memandang sebuah cangkang Naitilus yang sedemikian indah karena rancak dan runut secara geometris yang mutahil bisa hadir secara kebetulan, namun pasti berkat ada sesuatu enerji atau tenaga atau zat atau entah apa yang membuatnya menjadi sedemikian indah.


Saat saya mengagumi cangkang Nautilus sama dengan saat saya mengagumi Michael Anthony yang tunanetra dan autis pada usia 8 tahun secara mendadak tanpa ada yang mengajar langsung memainkan tiga sonata pianoforter terakbar Ludwig Van Beethoven “Mondschein” , “Pathetique”, “Appasionata”.

Atau Ade “Wonder” Irawan pada usia 14 tahun menggebrak panggung Sydney Opera House dengan resital piano tunggal antara lain mempergelar variasi terhadap Waltzing Mathilda dalam berbagai gaya jazz berdasar pesanan.

Atau Daniel Cuandy dalam sekejap mata mengetahui hari kelahiran berdasar tanggal, bulan dan tahun kelahiran siapa pun juga tanpa pernah keliru. Atau Osmar Semesta Susilo yang pada usia dini bisa menambah, mengurang, mengali dan membagi angka-angka sampai enam digit.

Atau bagaimana seorang ibu memberikan kasih sayang secara tulus kepada anak-anaknya seperti yang dilakukan Aylawati Sarwono. Pada saat saya menyaksikan suatu mukjizat perilaku yang mustahil saya lakukan sendiri, maka saya tidak bisa tidak hukumnya wajib percaya Tuhan ada!

Rasio Emas

Saya terpesona akibat pada irisan bagian dalam cangkang Nautilus tampak rongga-rongga yang tersusun secara geometris di dalam cangkang dengan eksterior berbentuk spiral bersudut sama atau logaritmik. Bentuk spiral secara kodratis memotong segenap jari-jari sekat dengan sudut konstan sama sehingga segenap sudut terpotong jari-jari memiliki sudut terus-menerus sama derajat di seputar spiral.

Pesona spiral alamiah makin diperindah dengan apa yang disebut sebagai rasio emas yang pada hakikatnya terhubung dengan deret matematis ajaib gagasan Leonardo dari bukan Vinci tetapi Pisa yang lebih dikenal dengan nama Fibonnaci.

Sekuenza Fibonnaci diperoleh dengan awal angka 1 kemudian disusul dengan angka yang berasal dari penjumlahan 1 dengan 1 yaitu sama dengan 2 kemudian disusul dengan penjumlahan dua angka sebelumnya, yaitu 1+2=3 kemudian 2+3=5 lalu 3+5=8 dan seterusnya sampai tanpa batas akhir alias infinitas maksimal.

Nisbah 21:34 pada spiral bunga aster merupakan dua angka deret Fibonnaci yang saling berdampingan.

Gejala rasio emas juga dijumpai pada spiral puspa dan satwa termasuk spiral internal cangkang nautilus mau pun pada bagan anatomi manusia besutan Leonadro da Vinci atau warisan mahakarya arsitektur Parthenon, katedral Chartres dan villa-villa di suburb Paris garapan Le Cobusier mau pun bentuk-bentuk geometris mahaindah di dinding mau pun langit-langit Al Hambra, Granada  serta arsitektural dalam mau pun luar masjid agung Mezquita de Cordoba di kawasan Andalusia, Spanyol.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya