Berita

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menemukan bahwa hampir dua juta orang meninggal dunia karena penyebab yang berhubungan dengan pekerjaan setiap tahun/Net

Dunia

Laporan WHO dan ILO: Kematian Akibat Pekerjaan Membunuh Hampir Dua Juta Orang Per Tahun

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 00:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hampir dua juta orang meninggal dunia karena penyebab yang berhubungan dengan pekerjaan setiap tahun.

Begitu ringkasan studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang dirilis pada Jumat (17/9).

Studi ini mempertimbangkan 19 faktor risiko pekerjaan termasuk jam kerja yang panjang serta paparan tempat kerja terhadap polusi udara, asmagen, karsinogen, dan kebisingan.


Studi yang sama menunjukkan bahwa jumlah kematian terkait pekerjaan yang tidak proporsional terjadi pada pekerja di Asia Tenggara dan Pasifik Barat, pada pria, dan pada mereka yang berusia di atas 54 tahun.

Studi ini juga didasarkan pada temuan WHO sebelumnya bahwa jam kerja yang panjang membunuh sekitar 745 ribu orang per tahun akibat stroke dan penyakit jantung.

"Sangat mengejutkan melihat begitu banyak orang benar-benar terbunuh oleh pekerjaan mereka," kata direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dimuat Reuters.

Dia mengatakan bahwa dirinya berharap studi itu akan menjadi "wake up call" untuk meningkatkan kesadaran mengenai hal tersebut.

Laporan yang lebih luas, yang diterbitkan pada hari yang sama, menemukan bahwa pembunuh besar lainnya di tempat kerja adalah paparan polusi udara seperti gas dan asap, serta partikel kecil yang terkait dengan emisi industri.

Laporan itu menyebut bahwa polusi udara bertanggung jawab atas 450 ribu kematian pada tahun 2016, menurut laporan tersebut. Sedangkan cedera. di lokasi kerja telah menewaskan 360 ribu orang pada periode yang sama.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya