Berita

Paripurna DPRD Kota Medan/Ist

Nusantara

Pendidikan Bukan Prioritas, Fraksi Gerindra Kritik Kebijakan Walikota Medan

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 02:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fraksi Gerindra DPRD Medan mengkritik kebijakan Walikota Medan Bobby Afif Nasution terkait skala prioritas program pembangunan Kota Medan yang hanya berfokus pada infrastruktur jalan, kesehatan, banjir, kebersihan dan UMKM.

Sementara masalah pendidikan yang dinilai sangat penting tidak masuk skala prioritas.

Kritikan itu disampaikan anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution, dalam pandangan umum fraksinya saat sidang paripurna DPRD Medan di gedung dewan, Senin kemarin (13/9). Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan dihadiri Walikota Medan Bobby Nasution.


Disampaikan Dedy, masalah perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan khususnya untuk penanganan pandemi covid-19, mengatasi masalah banjir, pelayanan kebersihan dan pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro dan Menengah menjadi masalah paling krusial yang telah dibahas di Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan TA 2021.

Dalam hal itu, Fraksi Gerindra mempertanyakan langkah cepat yang dapat diambil Pemkot Medan dalam rangka pemulihan ekonomi. Serta hal yang terkait peningkatan daya saing dunia pendidikan.

Pihaknya berharap, P APBD 2021 dapat menjadi instrument yang semakin efektif untuk mewujudkan Kota Medan menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius.

"Perubahan kiranya berdampak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Medan. Dapat meningkatkan daya guna dan hasil guna belanja daerah, sehingga secara bertahap mampu memperbaiki tingkat pelayanan secara maksimal kepada masyarakat di Kota Medan," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut, Rabu (15/9).

Sedangkan kepada seluruh OPD jajaran Pemkot Medan, Gerindra mengingatkan harus lebih serius dan mampu mengoptimalkan kinerja menjalankan program kerja. Bagi OPD yang tidak mampu menjalankan program kerjanya, Walikota Medan diminta memberi sanksi tegas.

Pada kesempatan itu, Dedy juga membacakan dan memberikan pandangan, saran, dan mempertanyakan langkah strategis apa saja yang dilakukan Pemkot Medan meningkatkan PAD dari semua sektor serta menurunkan angka kemiskinan.

Begitu juga soal penanganan Covid-19, Gerindra mempertanyakan langkah apa yang dilakukan dalam optimalisasi vaksinasi dan memenuhi ketersediaan vaksin dan oksigen. Dalam P APBD yang dilakukan penyesuaian perkembangan ekonomi, Gerindra mempertanyakan, upaya Pemko Medan dalam pemulihan ekonomi.

Masih masalah pandemi Covid-19, Fraksi Gerindra mengimbau kepada Pemkot Medan untuk tetap memantau dan mengawasi masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Dinas terkait dan satgas Covid-19 juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga ketahanan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan bervitamin.

Sementara itu, terkait penggunaan anggaran, guna menghindari jumlah SiLPA yang besar pada tahun anggaran 2021 diminta kepada OPD hanya mengajukan pekerjaan yang rasional dan terukur saja.

Usai Fraksi-fraksi menyampaikan PU-nya, Ketua DPRD Medan Hasyim SE menyampaikan dokumen PU ke Walikota Medan. Agenda selanjutnya adalah nota jawaban Walikota Medan pada 20 September 2011 mendatang.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya