Berita

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban/Net

Kesehatan

Menimbang Transisi Pandemi ke Endemi dari Kacamata Prof Zubairi, Awas Hiperendemi!

SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 11:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Transisi dari pandemi menjadi endemi berarti masyarakat harus menyesuaikan diri dengan pola pikir baru untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban terkait arahan Presiden Joko Widodo mengenai persiapan transisi dari masa pandemi ke endemi karena Covid-19.

"Saya oke-oke saja jika transisi dari pandemi ke endemi direncanakan. Artinya kita harus menyesuaikan hidup dengan SARS-CoV-2," kata Prof Zubairi dikutip dari akun Twitternya, Selasa (14/9).


Namun demikian, ada pertanyaan besar yang harus dicarikan jawaban dalam rencana transisi pandemi ke transisi. "Apakah terlalu dini untuk transisi atau apa-apa saja yang diperlukan untuk sampai ke sana (endemi)?" tanya Prof Zubairi.

Pro Zubairi menjelaskan, hal pertama yang perlu dipahami adalah, mengakhiri pandemi bukan berarti SARS-CoV-2 akan hilang dan tidak ada kasus baru. Banyak faktor yang membuat pandemi bergeser menjadi endemi.

"Seperti jumlah penularan, kasus, dan kematian beserta polanya. Juga soal durasi perlindungan dari vaksinasi dan infeksi alami," jelasnya.

Apalagi, tiap daerah di Indonesia memiliki faktor yang berbeda-beda. Ditambah dengan adanya ketimpangan fasilitas kesehatan dan serapan vaksinasi yang bervariasi serta ketersediaannya.

"Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada," tekannya.

Di luar itu, kondisi Covid-19 yang belakangan mulai menurun dinilai menjadi momentum tepat untuk mempersiapkan transisi dari pandemi ke endemi. Tentunya dengan syarat harus ada koordinasi yang solid semua pihak dan tidak menurunkan kewaspadaan.

"Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi (penyebaran lebih tinggi), alih-alih menuju endemi," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya