Berita

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam/Net

Hukum

Khawatir Merembet ke Soal Sosial, Komnas HAM Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 03:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus perusakan masjid jemaat Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (3/9) diharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bisa diambil alih pihak Mabes Polri.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya kahwatir kasus perusakan masjid Ahmadiyah tersebut bisa menjalar ke hal-hal ain yang tidak dinginkan, sehingga baiknya segera diurus oleh Mabes Polri.

"Tidak bisa dilakukan secara maksimal oleh Polda di sana, ya kami minta Mabes Polri turun tangan ambil alih kasus ini," ujar Choirul Anam dalam jumpa pers virtual, Senin (6/9).


Menurut Choirul Anam, kejadian serupa sudah sering terjadi dibeberapa tempat lainnya, yang bisa berakibat kepada kerusuhan sosial karena adanya provokasi di media sosial (medsos).

"Jadi mencegah jangan sampai terjadi di wilayah lain di Kalimantan atau tempat lain," ucapnya.

Lebih lanjut, Choirul Anam juga berharap nantinya pihak Kepolisian bisa mengusut tutas para pelaku perusakan masjid Ahmadiyah di Kalbar tersebut, baik pelaku lapangan maupun dalang yang menjadi otak perusakan.

"Kami mendapat kabar memang ada 10 orang yang sedang diproses untuk olah TKP dan sebagainya. Tapi persoalannya adalah apakah itu aktor intelektual yang menggunakan pengaruh, menggunakan social media dan sebagainya," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya