Berita

Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto/Repro

Politik

Beri Keamanan Kesehatan pada PON XX Papua, Airlangga Perintahkan Pemda Kebut Vaksinasi hingga 70 Persen

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 01:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 2-15 Oktober 2021 diharap bisa berjalan baik di masa pandemi Covid-19.

Pasalnya hingga kini, kasus aktif Covid-19 di beberapa daerah penyelenggaraan PON masih terus ditekan oleh pemerintah, dan tidak kembali menanjak pada saat pra dan maupun acara sudah berlangsung.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto menerangkan sat ini pemerintah terus berupaya mempersiapkan pelaksanaan PON XX Papua dengan tetap mengedepankan prinsip kesehatan bagi masyarakat dan juga stakeholders yang terlibat di dalamnya.


Bahkan, dalam rapat Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Ketua DPRP, Forkompimda, Bupati dan Walikota se-Papua beberapa hari lalu, dirinya sudah meminta kepada seluruh kepala daerah dan Forkopimda se-Provinsi Papua untuk terus berupaya dan bekerja sama secara total menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19.

"Saya titip ke jajaran Forkompimda, supaya tingkat kasus ini bisa diturunkan dalam satu dua minggu ke depan, ujar Airlangga diuktip melalui keterangan tertulis yang diposting di laman Kemenko Perekonomian, Senin dini hari (6/9).

Dalam PON XX Papua ini, juga akan digelar ajang Peparnas yang dilakukan pada tanggal 2-15 November 2021. Namun untuk PON sendiri, pertandingan akan dilaksanakan di 4 subklaster yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke, dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang melibatkan setidaknya 6.400 atlet dan 3.500 ofisial.

Airlangga menyebutkan, hingga 3 September kasus aktif di Provinsi Papua masih mencapai 12.378 kasus, atau masih meningkat 6,80 persen dibandingkan per 9 Agustus lalu. Kondisi tersebut menjadikan provinsi itu memiliki jumlah kasus aktif terbesar kedua (di luar Jawa-Bali) di bawah Provinsi Sumatera Utara yang sebanyak 19.422 kasus.

Jika dilihat dari zonasi risiko, lanjut Airlangga, Provinsi Papua termasuk dalam zonasi risiko sedang. Terdapat 15 kabupaten/kota dengan risiko rendah, dan 14 kabupaten/kota dengan risiko sedang. Sedangkan untuk BOR Provinsi Papua yaitu 36 persen atau di atas BOR nasional  yang sebesar 22 persen.

Katanya, ada sejumlah kabupaten/kota yang tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RS masih berada di atas 50 persen.Di mana yang paling utama ada di Lanny Jaya dan Mappi yang mencapai 100 persen telah digunakan, Mimika, Tolikara, Boven Digoel, dan Jayawijaya kurang dari 50 persen.

"Positivity rate yang masih cukup tinggi, terutama di Kabupaten Supiori (60,0 persen), Mamberamo Tengah (33,3 persen), sehingga jumlah testing masih harus ditingkatkan. Capaian testing yang cukup tinggi di hanya di Kabupaten Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80 persen," paparnya.

Terkhusus untuk capaian vaksinasi Menko Perekonomian ini memebrikan perhatian khusus. Karena menurut data yang dia terima per 2 September 2021, penyuntikan dosis pertama di Papua baru sebesar 18,03 persen, masih di bawah capaian nasional 31,32 persen.

Airlangga meminta kepala daerah kembali menggenjot angka vaksinasi sebelum pelaksanaan PON XX Papua dimulai, mengingat ini adalah salah satu cara memperkecil potensi penularan Covid-19 di masyarakat.

"Untuk 5 kabupaten/kota yang terkait penyelenggaraan PON, minimal sudah harus 70 persen dosis pertama sebelum PON dimulai, dan Dosis kedua akan segera kita kejar," harapnya.

"Arahan bapak presiden, penonton yang belum vaksin tidak boleh masuk mengikuti PON. Karena itu, masyarakat harus siap untuk divaksin segera," demikian Koordinator PPKM wilayah luar Pulau Jawa dan Bali ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya