Berita

Konsolidasi aktivis yang digelar ProDEM pada 31 Agustus 2021/Ist

Politik

Tidak Mau Kalah dengan Istana, ProDEM Jalin Konsolidasi Perlawanan Bersama Rakyat

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pertemuan para petinggi elite partai koalisi di Istana Negara yang berisi puji-pujian untuk Presiden Joko Widodo, ternyata mendapat respons serius dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM).

ProDEM yang vokal menginginkan perubahan agar rakyat bisa selamat dari pandemi dan hidup sejahtera, khawatir pertemuan para elite itu justru membuat hidup rakyat semakin menderita.

Apalagi, kata Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule, para petinggi partai koalisi yang punya suara mayoritas di DPR itu semua seirama memberi pujian pada Jokowi. Tidak ada yang memberi kritik atas penanganan pandemi, padahal rakyat hidup terseok-seok dan pemerintah sudah mengakui pontang-panting.


“Jadi kalau penguasa konsolidasi, rakyat pun mesti konsolidasi. Jika tidak, maka penindasan terhadap rakyat terus dilakukan penguasa,” tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (5/9).

Menurutnya, persatuan perjuangan dari para tokoh, pemuda, mahasiswa, buruh, dan agamawan harus dilakukan demi menyelamatkan publik.

ProDEM secara konkret menggelar konsolidasi pada 31 Agustus 2021 lalu di Rumah Konsolidasi ProDEM, Jalan Veteran 1 No.26, Jakarta Pusat.

Konsolidasi tidak hanya dihadiri oleh aktivis ProDEM. Tapi ada juga kelompok dari Gerakan Pemuda Islam dan Komunitas Jokowi Close yang antusias dengan upaya menggalakkan konsolidasi dan gerakan-gerakan massa aksi tersebut.

Iwan Sumule menekankan bahwa para aktivis sepakat pada satu pemikiran. Yaitu pemerintah telah gagal dan harus segera disudahi.

“Karena, jika dibiarkan terus, maka kerusakan akan semakin besar dan recovery atau perbaikan akan semakin lama,” tegasnya.

ProDEM menilai bahwa Indonesia kini sudah dibawa ke tepi jurang kehancuran, baik itu kehancuran sebagai satu bangsa dan kehidupan berbangsa. Cita-cita kebangsaan telah salah arah dan terkhianati.

“Optimisme terhadap perubahan menepis kejenuhan dan kelelahan dalam perjuangan mewujudkan cita-cita kebangsaan,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya