Berita

Presiden Rusia Vladimiir Putin mengatakan bahwa Taliban harus bisa berperilaku beradab di Afghanistan, agar komunitas global bisa mempertahakan hubungan diplomatik dengan Kabul/Reuters

Dunia

Putin: Rusia Tidak Tertarik dengan Disintegrasi Afghanistan.

SABTU, 04 SEPTEMBER 2021 | 00:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan Taliban harus bisa berperilaku beradab di Afghanistan, agar komunitas global bisa mempertahakan hubungan diplomatik dengan Kabul.

Begitu kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sesi pleno Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Rusia timur jauh pada Jumat (3/9).

“Rusia tidak tertarik dengan disintegrasi Afghanistan. Jika ini terjadi, maka tidak akan ada yang bisa diajak bicara," kata Putin.


“Semakin cepat Taliban memasuki keluarga orang-orang beradab untuk berbicara, semakin mudah untuk menghubungi, berkomunikasi, dan entah bagaimana mempengaruhi dan mengajukan pertanyaan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Putin menilai bahwa penarikan pasukan pimpinan Ameriika Serikat dari Afghanistan yang diselesaikan bulan lalu telah berakhir dengan malapetaka.

“Orang Amerika, orang yang sangat pragmatis, menghabiskan lebih dari 1,5 triliun dolar AS untuk kampanye ini selama bertahun-tahun, dan apa hasilnya? Nol. Jika Anda melihat jumlah orang yang telah ditinggalkan di Afghanistan, (yang) telah bekerja untuk kolektif Barat, Amerika Serikat dan sekutu mereka, maka itu adalah bencana kemanusiaan juga," papar Putin, sebagaimana dimuat Al Jazeera.

Putin juga mengomentari soal seruan dari pejabat Amerika Serikat untuk mengarahkan kembali negara itu melawan Rusia dan China setelah penarikan pasukan mereka dari Afghanistan.

“Pertama-tama cari tahu dengan mereka yang telah berperang dengan Anda selama 20 tahun, dan kemudian bicarakan tentang bagaimana Anda akan menghadapi Rusia dan China,” kata Putin.

Sejauh ini, Rusia mengambil langkah hati-hati dalam berurusan dengan Taliban sejak mereka merebut kekuasaan di Afghanistan bulan lalu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya