Berita

Nilai mata uang Afghanistan mulai menunjukkan tren positif dan perlahan merangkak naik/Net

Dunia

LAPORAN DARI KABUL

Nilai Tukar Mata Uang Afghanistan Perlahan Bangkit, Satu Dolar AS Setara dengan 85 Afghani

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 15:28 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Nilai mata uang Afghanistan, yakni Afghani, mulai menunjukkan tren positif dan perlahan merangkak naik.

Hari ini (Kamis, 2/9), satu dolar AS setara dengan sekitar 85 Afghani. Hal ini membawa semacam angin segar tersendiri bagi negara itu.

Betapa tidak, usai kelompok militan Taliban menduduki Kabul dan merebut kekuasaan pada tanggal 15 Agustus lalu, nilai tukar Afghani terhadap dolar AS merosot tajam.


CNN pada tanggal 18 Agustus 2021 mengabarkan bahwa nilai tukar Afghani terhadap dolar AS sempat mencapai hampir 100 dari semula 81, akibat perebutan kekuasaan itu.

Gubernur Bank Sentral Afghanistan yang berkuasa di bawah pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, Ajmal Ahmady pada saat itu menuturkan melalui Twitter bahwa Ghani ikut berkontribusi pada merosotnya nilai mata uang Afghani. Hal itu lantaran Ghani kabur dari Kabul tanpa membuat pemerintahan transisi terlebih dulu.

Penurunan mata uang Afghanistan akan menambah tekanan inflasi. Kenaikan harga, terutama untuk makanan dan kebutuhan tidak bisa terhindarkan.

Meski demikian, walaupun belum bisa dikatakan "stabil", namun nilai tukar Afghani mulai merangkak bangkit meski perlahan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya