Berita

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas/Net

Politik

MUI: Ide Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Adalah Pemilik Kapital

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 13:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu penambahan masa jabatan presiden mencuat di tengah masyarakat. Hal ini memicu emosi masyarakat, terlebih di tengah situasi pandemi virs corona baru (Covid-19) yang belum selesai dan tertangani dengan baik.

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menyampaikan adanya ide penambahan masa jabatan presiden datang dari kelompok kapitalis yang menginginkan hajatnya mulus.

Pasalnya, di pemerintahan Presiden Joko Widodo kelompok kapitalis seakan diberi ruang untuk meraup keuntungan.


"Menurut saya, dibalik ide perpanjangan periode ini adalah pemilik kapital, karena mereka ingin bisnis mereka tetap jalan dan mungkin barangkali Jokowi lebih bagus daripada yang lain untuk kepentingan mereka. Oleh karena itu mereka ingin Jokowi tambah periode,” ucap Anwar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/9).

Dia menambahkan, Presiden Joko Widodo sempat menyatakan diri tidak mau melanjutkan kepemimpinannya.

Dengan demikian, sudah seharusnya wacana itu tidak dimunculkan kembali. Selain itu, Anwar Abbas juga berpandangan  pemerintah perlu meredam polemik amandemen UUD 45 yang kadung membuat kehebohan di tengah masyarakat.

“Kalau bagi saya ini bukan kepentingan Jokowi, saya melihat Pak Jokowi tidak mau tiga periode dia mau sesuai dengan konstitusi ya tetapi pemilik kapital maunya tiga periode,” katanya.

Anwar mengatakan, seharusnya para elite partai politik tidak memunculkan isu perpanjangan masa jabatan presiden yang akan membuat rakyat akan bereaksi keras terhadap pemerintah.

Ia mengingatkan, rezim harus mengingat peristiwa sejarah orde baru yag kala itu negara seakan dikuasai oleh satu orang.

“Banyak kader potensial yang bisa tampil. Saya rasa mereka orang hebat, pimpinan partai walaupun mereka banyak diam saya rasa banyak yang bagus. Jadi menurut saya jangan regenerasi dan suksesi ini dihambat dengan adanya penambahan periode jabatan presiden,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya