Berita

Tim ahli penerbangan dari Qatar mendarat di Kabul pada Rabu 1 September 2021/Net

Dunia

Taliban akan Benahi Bandara Kabul yang Rusak dengan Bantuan Tim Ahli dari Qatar

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 09:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taliban akan mengoperasikan kembali Bandara Kabul sesegera mungkin. Mereka mendatangkan tim ahli penerbangan dari Qatar untuk pembahasan mengenai masalah ini.

Tim ahli itu telah tiba di Kabul, Afghanistan, pada Rabu (1/9). Sebuah sumber terpercaya yang dikutip oleh AFP, mengatakan, kedatangan mereka adalah untuk membahas pembenahan dan pengoperasian bandara.

“Meskipun tidak ada kesepakatan akhir yang dicapai mengenai pemberian bantuan teknis, tim teknis Qatar telah memulai diskusi ini berdasarkan permintaan. Pembicaraan masih berlangsung di tingkat keamanan dan operasi," kata sumber tersebut.


Percepatan pengoperasin bandara dilakukan untuk memudahkan dan melanjutkan penerbangan untuk bantuan kemanusiaan yang mengalir ke Afghanistan, juga untuk memberikan kebebasan bergerak, termasuk dimulainya kembali upaya evakuasi, kata sumber tersebut.

Pemimpin senior Taliban Anas Haqqani mengatakan kelompok itu bermaksud untuk mengembalikan bandara Kabul ke bentuk aslinya setelah dirusak oleh pasukan Barat selama misi evakuasi mereka. Dia mengatakan operasi dari fasilitas itu akan segera dilanjutkan.

Saat ini, bandara Kabul tidak dalam kondisi baik dan banyak infrastruktur dasarnya telah rusak atau hancur.

Qatar menjadi tuan rumah negosiasi antara Taliban dan AS dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan titik transit bagi sekitar 43.000 pengungsi dari Afghanistan.

Lebih dari 123.000 warga negara asing dan warga Afghanistan melarikan diri dari negara itu pada saat Taliban merebut pemerintahan Afghanistan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya