Berita

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19/Net

Nusantara

Melalui 3 Skenario, Ilmuwan Yakin Indonesia Bisa Keluar dari Pandemi dalam 1 Tahun

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 20:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setidaknya ada tiga fase yang harus dilewati Indonesia untuk sepenuhnya lepas dari pandemi. Sehingga Indonesia bisa bebas dari pandemi dalam kurun satu tahun.

"Ada tiga fase dalam skenario pascapandemi. Dengan asumsi setiap fase membutuhkan tiga hingga empat bulan, maka dalam setahun Indonesia sudah relatif bebas dari pandemi," jelas anggota Aliansi Ilmuwan Indonesia untuk Penyelesaian Pandemi, Sulfikar Amir, dalam webinar bertajuk "Skenario Pasca Pandemi", Rabu (1/9).

Ditambahkan Sulfikar, skenario pascapandemi merupakan kerja kolektif skala nasional yang dilakukan secara bertahap. Di mana target dan indikator yang disasar jelas, terukur, dan objektif.


Adapun fase pertama dari tiga fase dalam skenario pascapandemi adalah fase supression. Target utamanya menekan angka kasus dan kematian secara drastis dalam tiga hingga empat bulan.

"Fase ini menerapkan strategi pull and push yakni kombinasi pembatasan sosial dan pelacakan secara masif dan terpadu," kata ilmuwan dari Nanyang Technological University ini.

Kemudian fase stabilization dengan tujuan utama mengendalikan skala penularan pada tingkat tertentu. Juga mempersiapkan pembukaan aktivitas sosial ekonomi secara parsial, seperti sekolah dan perkantoran.

"Di fase kedua ditekankan pengembangan teknik pengendalian risiko penularan virus corona khususnya terkait sirkulasi udara yang diterapkan di sektor-sektor berisiko tinggi misal pabrik, restoran, dan mal," lanjut Sulfikar.

Pelibatan komunitas sebagai ujung tombak pelacakan dan isolasi juga penting dilakukan di fase kedua ini.

Fase ketiga adalah normalization. Pada fase ini secara keseluruhan pandemi dapat terkendali dan masyarakat sudah bisa hidup secara normal.

Indikator utama fase normalization bisa dilakukan adalah rata-rata tes positif di bawah 1 persen dan jumlah kasus harian di bawah 1.000.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya