Berita

Penyerahan Anugerah Kebudayaan 2021 dalam Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Jakarta./Ist

Nusantara

PWI Mencari Walikota dan Bupati Berprestasi di Era Pandemi

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 12:41 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan kembali memberikan Anugerah Kebudayaan kepada walikota dan bupati yang dinilai memiliki prestasi dalam memajukan pembangunan daerahnya.

Anugerah Kebudayaan 2022 akan diserahkan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, bulan Februari tahun depan.  

Informasi yang diperoleh redaksi dari Panitia HPN menyebutkan bahwa tema utama Anugerah Kebudayaan 2022 terkait dengan upaya memenangkan kesehatan dan  kemanusiaan, serta perilaku baru, berbasis informasi dan kebudayaan.


“​Dengan tituk berat atau tema tersebut, kita berharap mendapatkan sosok-sosok bupati/walikota yang inspiratif  dalam mewujudkan "perilaku baru" bagi warganya, dengan cara-cara inovatif. Di tengah-tengah dunia yang juga melakukan inovasi-inovasi dan perilaku baru," ujar Ketua Umum Atal S. Depari dalam keterangannya, Rabu siang (1/9).

Dalam keterangan yang sama, Ketua Anugerah Kebudayaan 2022, Yusuf Susilo Hartono, menambahkan, pendaftaran dibuka dari hari ini, 1 September sampai 1 November mendatang.

"Penjelasan untuk ini, akan dilakukan via zoominar, 9 September 2022," tutur Yusuf yang dikenal sebagai pencetus acara ini.

Proses penyerahan Anugerah Kebudayaan terdiri dari lima tahap. Pertama, sosialisasi, dimana  pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan proposal dan video.

Kedua, penjurian oleh Tim Juri  yang terdiri dari akademisi, budayawan, pelaku seni, wartawan kebudayaan, dan wakil PWI. Ketiga, presentasi dan verifikasi 10 walikota dan bupati yang proposal dan videonya terbaik.

Keempat, pengumuman nominator penerima Anugerah Kebudayaan 2022. Kelima, penyerahan penghargaan pada puncak HPN 2022 yang biasanyadihadiri Presiden.  

Anugerah Kebudayaan PWI pertama kali diselenggarakan pada HPN 2016 di Lombok, NTB, di era Ketua Umum PWI Margiono. Sampai HPN 2021 di era Atal S. Depari, penerima pengharagaan tercatat sebanyak 27 walikota dan bupati.

Di antaranya adalah Walikota Bandung (2013-2018) Ridwan Kamil, Bupati Banyuwangi (2016-2021) Abdullah Azwar Anas, Bupati Wakatobi (2011-2016) Hugua, Walikota Baubau H. AS Tamrin, Bupati Luwu Utara Hj.Indah Putri Indriani, Bupati Tubaba Umar Ahmad, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Walikota Ambon Richard Louhenapessy,Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, dan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya