Berita

Orang-orang mengantri menuju pesawat C-17 Globemaster III Angkatan Udara AS saat proses evakuasi berlangsung di Bandara Hamid Kazai/Net

Dunia

Misi Evakuasi Australia Berakhir, 50 Warganya Masih Tertinggal di Afghanistan

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 15:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Proses evakuasi yang dilakukan sejumlah negara dari Afghanistan mulai berakhir, termasuk Australia yang memutuskan untuk menghentikan misi penyelamatan mereka. Namun, meski sudah menyatakan berakhir, pihak Australia mengaku masih ada sekitar 50 warga mereka yang tertinggal dan belum berhasil keluar dari Afghanistan.

Sejak Jumat (27/8), pemerintah federal sudah mengumumkan bahwa misi penyelamatan mereka telah berakhir menyusul serangan teroris mematikan di luar bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 170 orang. Tiga belas tentara AS juga ikut kehilangan nyawa mereka dalam serangan itu.

Warga Australia yang saat ini masih berada di Kabul telah diinstruksikan untuk tidak melakukan perjalanan ke bandara, mengingat pemerintah federal telah menarik staf diplomatik dan pasukan Angkatan Pertahanan Australia dari Afghanistan.


Menteri Luar Negeri Marise Payne juga telah meminta warga Australia yang tersisa harus pindah ke lokasi yang aman, seraya mengulangi peringatan pemerintah bahwa pemegang visa Australia yang masih di Afghanistan tidak boleh melakukan perjalanan ke bandara internasional Kabul.

“Saran perjalanan baru mengatakan penerbangan evakuasi Australia dari Kabul telah dihentikan," katanya, seperti dikutip dari 9News, Sabtu (28/8).

Meskipun militer AS terus melanjutkan proses evakuasi, Perdana Menteri Scott Morrison telah memperingatkan akan sangat sulit bagi warga Australia untuk menaiki salah satu dari mereka.

Morrison juga mengatakan bahwa  Australia telah mengevakuasi sekitar 4.100 orang dari Afghanistan, yang ia sebut sebagai salah satu tempat paling berbahaya di bumi, selama sembilan hari terakhir. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya