Berita

Korban ledakan bandara Kabul pada Kamis 26 Agustus 2021 dilarikan ke rumah sakit/Net

Dunia

Pengamat: Pengeboman Di Bandara Kabul Dilakukan oleh Aktor Rasional yang Memiliki Motivasi Tertentu

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 14:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Apa yang terjadi di Afghanistan menyorot perhatian sekaligus kecaman dari penjuru dunia, disusul dengan peristiwa bom bunuh diri di bandara Kabul di tengah proses evakuasi yang tergesa-gesa.

Terkait kejadian bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai yang menewaskan lebih dari 175 orang termasuk 13 belasan pasukan AS, Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta, Faisal Nurdin Idris, mengatakan bahwa ada simbol-simbol yang tersampaikan dalam peristiwa itu, seperti pemilihan lokasi pengeboman.

Peristiwa itu sendiri  memiliki tiga pesan penting. Pertama, menurutnya, motivasi dari teroris itu telah tercapai, yang dengan sengaja menciptakan atmosfir ketakutan, kekacauan, iklim panik, kepada semua orang, baik di Afghanistan maupun dunia luar bahwa bandara tesebut tidak aman.


"Padahal, bandara tersebut sangat sentral utk misi evakuasi bagi mereka yang ingin keluar dari Afghanistan. Teroris mengirimkan pesan simbolisnya yaitu bandara tidak aman," ujar Faisal kepada Redaksi Kantor Berita Politik RMOL.

Peristiwa itu juga memperlihatkan ketidakmampuan Amerika untuk mencegah kekerasan di Afghanistan di tengah Amerika mengejar batas waktu penarikan penuh pasukannya dari Afghanistan.

Yang menarik adalah poin ketiga, di mana sang dosen mengatakan bahwa peristiwa ini telah menciptakan saling curiga antara Amerika dan Taliban sebagai aktor strategis saat ini di Afghanistan, termasuk juga saling curiga antara kelompok dan masyarakat yang terpecah-belah.

Sebaliknya, peristiwa bom ini mungkin akan menciptakan pemandangan baru bahkan tidak terduga, bahwa musuh bisa menjadi mitra

Pasukan Amerika langsung menerjunkan militernya untuk mengamankan situasi setelah ledakan terjadi. Beberapa jam kemudian, ISIS mengumumkan bahwa mereka bertanggung jawab atas ledakan tersebut yang membuat Taliban segera mengambil langkah pengamanan terutama setelah diketahui puluhan anggotanya juga menjadi korban.

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan, bahwa pihak AS telah berbagi informasi intelijen dengan Taliban, mencatat bahwa kedua pihak memiliki tujuan yang sama

"Bisa jadi juga kejadian bom itu mungkin akan meningkatkan koordinasi Amerika dan Taliban," ujar Faisal.

Menurutnya, ilmuan melihat aspek simbolis dari pemilihan target bom yang sarat dengan simbolisme.

"Di sinilah mengapa bandara itu dipilih untuk melancarkan serangan bunuh diri yang dilakukan mungkin bukan oleh individu atau kelompok yang gila, tetapi justru aktor rasional yang memiliki motivasi melakukan serangan teroris tersebut," terang Faisal.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya