Berita

Warga Afghanistan mengejar dan berusaha menaiki pesawat militer AS di bandara Kabul/Net

Dunia

Hindari Teror, Inggris Minta Warganya Menjauh dari Bandara Kabul

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah peringatan terbaru mengenai situasi tidak aman di Bandara Kabul dikeluarkan Kantor Luar Negeri Inggris pada Rabu malam (25/8) waktu setempat. Peringatan itu merujuk pada adanya potensi ancaman teror yang cukup tinggi.  

Inggris telah meminta siapa pun, terutama warganya yang berada di sekitar bandara untuk pergi ke lokasi yang aman dan menunggu saran lebih lanjut.

"Orang-orang di Afghanistan harus menjauh dari bandara Kabul karena ancaman tinggi serangan teroris," kata Kantor Luar Negeri Inggris, seperti dikutip dari BBC, Kamis (26/8).


Sementara Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan kepada anggota parlemen bahwa warga Afghanistan yang ingin melarikan diri ke Inggris mungkin lebih baik mencoba mencapai salah satu perbatasan Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden, telah lebih dulu memperingatkan tentang adanya potensi ancaman yang berusaha menargetkan bandara.

Peringatan Inggris datang di tengah keriuhan evakuasi ribuan orang dari Kabul menjelang batas waktu penarikan pasukan pada 31 Agustus.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa pasukan Inggris ikut membantu menyelesaikan operasi sebelum 31 Agustus dengan kecepatan yang signifikan.

Sejauh ini, 11.000 orang telah berhasil dievakuasi dari bandara Kabul, termasuk 7.000 warga negara Afghanistan dan keluarga mereka.

Biden menolak seruan dari Perdana Menteri Boris Johnson dan sekutu lainnya untuk menunda tanggal penarikan tentara Amerika yang tersisa di luar akhir bulan.

Saat ini, Bandara Kabul dijaga ketat oleh 5.800 tentara AS dan 1.000 tentara Inggris.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya