Berita

Presiden IOC Thomas Bach/Net

Dunia

Marah Presiden IOC Kunjungi Jepang Saat Pembatasan Covid-19, Pakar: Akal Sehat Harusnya Digunakan

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 18:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kunjungan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach ke Tokyo untuk memberikan sambutan dalam upacara pembuka Paralimpiade 2020 telah memicu kemarahan para ahli kesehatan di Jepang.

Pasalnya, Bach mengunjungi Tokyo ketika Jepang tengah disibukkan dengan upaya menghentikan penyebaran Covid-19 melalui pembatasan darurat.

Bahkan mulai Rabu malam (25/8), Jepang memperluas keadaan darurat untuk 8 prefektur. Totalnya, ada 21 wilayah dari Hokkaido di utara hingga Okinawa di selatan yang berada di bawah pembatasan, atau mencakup hampir 80 persen populasi Jepang.


"Kami meminta orang untuk bekerja dari rumah lebih banyak. Jika Presiden Bach perlu memberikan pidato, mengapa dia tidak melakukannya dari jarak jauh? Mengapa dia harus repot-repot datang jauh-jauh ke sini?" sindir ahli imunologi Jepang, Dr Shigeru Omi, ketika memimpin panel penasihat Covid-19 pemerintah selama sesi parlemen pada Rabu.

Sontak sindiran Omi itu direspon dengan tepuk tangan dari beberapa anggota parlemen.

"Akal sehat seharusnya berfungsi dalam keadaan seperti ini," tegasnya, seperti dikutip Reuters.

Komentar tajam dan blak-blakan dari Omi sendiri tampaknya menggambarkan rasa frustasi yang dialami publik yang semakin gerah dengan berbagai aturan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Terlebih ketika publik Jepang mendorong agar Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan karena pandemi, pemerintah tetap menyelenggarakannya.

Omi juga telah menyuarakan keprihatinan mengenai penyelenggaraan pesta olahraga itu. Dia memperingatkan bahwa infeksi dapat menyebar saat Olimpiade berlangsung.

Bach sendiri menghadiri upacara pembukaan Paralimpiade pada Selasa (24/8). Setelah tiba di Jepang pada Senin (23/8), ia dilaporkan tidak mengikuti karantina wajib selama 3 hari, dan hanya melakukan tes PCR.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya