Berita

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang digulingkan/Net

Dunia

Sebelum Kabur, Ashraf Ghani Berniat Mundur dan Serahkan Afghanistan Secara Damai ke Taliban

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 11:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang digulingkan untuk meninggalkan negaranya ketika Taliban menguasai ibukota Kabul telah memicu banyak reaksi.

Tetapi informasi baru dari seorang mantan pejabat senior di kabinet Ghani mengungkap, sang presiden sebenarnya sudah berniat untuk mundur dan menyerahkan pemerintahan ke tangan Taliban.

Mantan pejabat senior itu mengungkap, Ghani dan para stafnya dibuat terkejut dengan serangan kilat atau blitzkrieg yang dilakukan Taliban ke Kabul. Itu lantaran terjadi di tengah upaya kesepakatan damai antara Taliban dan pemerintah yang ditengahi AS.


"Pada hari-hari menjelang kedatangan Taliban di Kabul, kami telah mengerjakan kesepakatan dengan AS untuk menyerahkan secara damai kepada pemerintah inklusif dan agar Presiden Ghani mengundurkan diri," ungkapnya, seperti dimuat CNN, Sabtu (21/8).

Beberapa jam sebelum masuknya Taliban ke Kabul pada Minggu (15/8), seorang anggota terkemuka dari kelompok yang berafiliasi dengan Taliban di Kabul bertemu dengan pejabat senior pemerintahan Ghani. Ketika itu ia mengatakan pemerintahan Ghani harus mundur.

Menurut mantan pejabat senior itu, Ghani yang terkejut dengan kedatangan Taliban hanya melarikan diri dengan pakaian yang ia kenakan, dan tidak membawa banyak uang ke dalam mobil seperti yang diberitakan.

"Kami telah menerima informasi intelijen selama lebih dari setahun bahwa presiden akan dibunuh jika terjadi pengambilalihan," tambah sumber itu.

Sebelum terbang ke Uni Emirat Arab (UEA), ia mengatakan, Ghani pada awalnya menginap satu malam di Termez, Uzbekistan.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, pada awalnya pemerintah berusaha untuk menahan Kandahar yang merupakan basis utama Taliban dengan mengerahkan kekuatan tambahan ke wilayah sekitarnya. Namun tanpa disangka, Taliban ternyata mencapai Kabul lebih cepat.

"Kami, pemerintah Afghanistan dan mitra internasional kami, meremehkan efek penarikan AS. Kami berpikir, dan Amerika juga memperkirakan, bahwa kami memiliki setidaknya hingga pertengahan September untuk membuat kesepakatan politik dan mengkonsolidasikan kekuatan kami untuk menciptakan kebuntuan militer," tuturnya.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya