Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dan pada kesempatan terpisah, juga bertemu dengan pemimpin Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev untuk membahas situasi seputar Afghanistan/RT

Dunia

Rusia Bahas Nasib Afghanistan di Tangan Taliban dengan Turki dan Kazakhstan

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Masa depan Afghanistan menjadi isu hangat yang diperbincangkan oleh Rusia. Pada akhir pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dan pada kesempatan terpisah, juga bertemu dengan pemimpin Kazakhstan Kassym-Zhomart Tokayev untuk membahas situasi seputar Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban.

Dalam perbincangannya dengan Erdogan melalui sambungan telepon, Putin melakukan diskusi mendalam tentang Afghanistan.

“Mereka menekankan pentingnya memastikan stabilitas dan perdamaian sipil di negara ini dan kepatuhan yang ketat terhadap hukum dan ketertiban," begitu keterangan yang dirilis Kremlin pada Sabtu (21/8).


"Mereka menggarisbawahi tugas prioritas memerangi teror dan perdagangan narkoba. Presiden setuju untuk memperkuat koordinasi bilateral dalam masalah Afghanistan,” sambung pernyataan yang sama.

Sebelumnya pada hari yang sama, Putin juga menjamu Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Kremlin. Kedua pemimpin negara itu membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan. Situasi Afghanistan juga berada di atas meja, dengan perkembangan yang sedang berlangsung dianggap dengan waspada oleh negara Asia Tengah.

“Kami melakukan upaya yang konsisten untuk mengoordinasikan pekerjaan kami terkait dengan masalah keamanan. Masalah ini menjadi semakin mendesak dalam konteks perkembangan saat ini di Afghanistan,” kata Tokayev saat berbicara bersama Putin sebelum pembicaraan tertutup, seperti dikabarkan Russia Today.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada 15 Agustus lalu menjadi semacam titik balik bagi negara itu, pasca invasi Amerika Serikat 20 tahun terakhir.

Kondisi tersebut juga mengundang perhatian bagi banyak negara yang khawatir bagaimana Taliban akan membawa Afghanistan ke depan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya