Berita

Kedutaan Inggris di Berlin/Net

Dunia

Jerman Tangkap Staf Kedubes Inggris atas Tuduhan Mata-mata untuk Rusia

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 06:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aparat Jerman telah menangkap seorang pria warga negara Inggris karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Rusia. Pria itu, yang disebutkan namanya dengan singkat sebagai David S, bekerja di kedutaan Inggris di Berlin.

Menurut laporan CNN, pria berusia 57 tahun itu memberikan dokumen kepada intelijen Rusia dengan imbalan jumlah uang.

"Setidaknya pada satu kesempatan dia meneruskan dokumen yang diperoleh dalam kegiatan profesionalnya kepada perwakilan dari dinas intelijen Rusia. Sebagai imbalan untuk memberikan informasi, terdakwa menerima uang tunai dalam jumlah yang sebelumnya tidak diketahui," kata jaksa penuntut umum Jerman dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Sky News, Rabu (11/8).


Situs berita online Jerman, Focus Online, melaporkan bahwa dokumen yang diserahkan berkaitan dengan kontra-terorisme, dan bahwa pria itu dianggap tidak memiliki kekebalan diplomatik.

David ditangkap di Potsdam di luar Berlin dan rumah serta tempat kerjanya telah digeledah. Penangkapan tersebut merupakan hasil dari penyelidikan bersama Inggris-Jerman.

Penangkapan yang dipimpin oleh intelijen dilakukan setelah pengintaian selama beberapa waktu.

Pihak berwenang Jerman bertanggung jawab atas penyelidikan, tetapi petugas akan terus bekerja dengan rekan-rekan Jerman, kata polisi.

Berlin adalah pusat spionase Perang Dingin. Sejak beberapa dekade banyak mata-mata yang mengintai di jalan-jalan dan gang-gang untuk mencari rahasia. Saat ini, seiring kemajuan teknologi, spionase dilakukan dari jarak jauh di dunia maya.

Namun, cara lama seperti itu belum hilang. Layanan mata-mata masih mencari orang yang dapat mereka rekrut untuk menyampaikan informasi sensitif dan itu membuat kedutaan menjadi target utama dengan Berlin masih menjadi fokus utama.

Hubungan Inggris-Rusia saat ini menghadapi tantangan. Kedua negara melakukan sanksi. Inggris memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas dugaan tindakan keras LGBT di Republik Chechnya. Sebagai tanggapan, Rusia menargetkan beberapa perwakilan Inggris dan melarang mereka masuk.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya