Berita

ilustrasi/Net

Dunia

NSW Gelar Sayembara Berhadiah 10 Miliar Rupiah untuk Bantu Pecahkan Kasus Pembunuhan Brutal 30 Tahun Lalu

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 15:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang New South Wales akan memberikan hadiah sebesar 1 juta dolar Australia atau setara 10,5 miliar rupiah, bagi siapa saja yang yang bisa memberikan informasi terkait kasus pembunuhan brutal pasangan Victoria yang terjadi lebih dari tiga dekade lalu.

Pasangan Michael Schievella (44) dan Heather McDonald (36) dibunuh secara brutal di rumah mereka di St Andrews pinggiran kota Sydney, Australia pada 16 September 1990.

Orang yang pertama kali melaporkan kasus tersebut adalah anak laki-laki Mc Donald, di mana dia melaporkan kepada polisi bahwa pasangan ibunya sedang berbicara dengan seorang pria yang mengenakan topeng balaclava.


Orang asing itu kemudian meraih anak tersebut dan membawanya ke kamar tidurnya, mengikat tangannya dan menutup pintu dan meninggalkannya di lantai.

Anak laki-laki itu kemudian memberi tahu polisi bahwa dia mendengar seorang pria bertanya kepada Schievella: "Apakah Anda punya uang?" dan "di mana Anda menyembunyikan uang Anda?" yang ditanggapi oleh Schievella bahwa dia tidak memilikinya.

Anak itu kemudian mendengar Schievella berkata: "jangan lakukan itu padanya" diikuti oleh teriakan dan "suara keras".

Sementara anak perempuan McDonald kemudian terbangun oleh suara dering telepon dan menemukan pintu kamar tidur utama tertutup. Dia lalu pergi ke kamar kakaknya dan membebaskannya dari ikatan.

Kedua anak itu kemudian masuk ke dalam kamar tidur utama di mana mereka dihadapkan dengan pemandangan mengerikan dari seprai bernoda darah yang menutupi ibu mereka yang terbunuh.

Anak-anak kemudian berlari ke belakang rumah, di mana mereka menemukan pemandangan yang sama mengerikannya: Schievella tergeletak di taman berlumuran darah.

Mereka lalu melarikan diri melewati paddocks (kandang kecil yang biasa digunakan untuk memelihara kuda) ke Mittons Bridge Road di dekatnya, di mana mereka memanggil tetangga yang lewat dan membunyikan alarm.

Detektif Inspektur Tim Day pada Selasa (10/8) mengatakan polisi bertekad untuk memecahkan kasus ini karena anak-anak masih merasakan kehilangan ibu dan pasangannya 30 tahun kemudian.

“Tidak ada yang pantas mati seperti yang dilakukan Heather dan Michael - itu digambarkan oleh penyelidik pada saat itu sebagai 'serangan brutal, tidak berperasaan dan pengecut' dan penyelidik kami saat ini akan sepenuhnya setuju dengan itu,” katanya, sepert dikutip 9News.

“Ini bahkan lebih tragis mengingat kami memiliki dua anak kecil yang dihadapkan dengan pemandangan ibu mereka dan pasangannya yang terbunuh dengan cara ini,” ujarnya.

“Saya tidak ragu bahwa ini adalah insiden yang memiliki dampak signifikan pada mereka dan selama lebih dari 30 tahun, mereka masih merasakan kehilangan ini,” kata dia lagi.

Polisi sendiri mengungkapkan bahwa Schievella memiliki catatan criminal, dan pada saat kematiannya dia terlibat dalam perdagangan narkoba.

Pada malam pembunuhan pasangan itu, Schievella berada di sebuah hotel di St Andrews bersama dengan rekan-rekannya, di mana pertengkaran meletus.

Pembunuhan itu diyakini sebagai serangan yang ditargetkan, tetapi Detektif mengatakan polisi harus tetap berpikiran terbuka.

Sejumlah orang telah diwawancarai selama tiga dekade terakhir, tetapi para penyelidik terus mencari informasi baru.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya